Oleh: petrusfs | Desember 14, 2009

030. BALAS DENDAM


Benarlah ungkapan yang mengatakan bahwa diri kita ditentukan oleh apa yang kita lihat (“You are what you see”). Ungkapan tersebut mengajak kita untuk mewaspadai kekuatan media dalam mempengaruhi kehidupan kita. Perhatikan misalnya ketika orang terdorong ingin membeli sesuatu yang diiklankan sedemikian rupa di radio atau televisi. Iklan itu telah menciptakan citra (image) yang tinggi bagi produk yang diluncurkan, sehingga ketika orang membelinya, harga dirinya ikut meningkat. Orang yang memiliki Blackberry nampaknya lebih terhormat dari yang tidak memilikinya. Baca Lanjutannya…

Oleh: petrusfs | Desember 14, 2009

029. KEMENANGAN


Sungguh menarik jika kita memperhatikan bagaimana para atlit memperoleh kemenangan dalam perlombaan atau pertandingan yang diikutinya. Tentunya ada banyak cara dan proses yang harus dijalani untuk dapat tiba di puncak kemenangan. Cara yang dapat dibenarkan adalah bahwa kemenangan itu diperoleh melalui kerja keras, latihan dengan penuh disiplin, dan  berlomba atau bertanding dengan sportivitas tinggi. Tidak ada mahkota tanpa salib, tidak ada kemenangan tanpa kerja keras. Baca Lanjutannya…

Oleh: petrusfs | Desember 14, 2009

028. KETAKUTAN

Kita semua tentu pernah mengalami ketakutan. Kita pernah takut berada di tempat yang gelap, takut ditinggalkan sendirian, takut berada di ketinggian, takut akan serangga, takut mati, dan sebagainya. Kini kata Yunani phobia yang berarti “ketakutan” telah digunakan dalam banyak istilah di seluruh aspek kehidupan yang menunjukkan bahwa manusia selalu diliputi oleh ketakutan. Bahkan pengalaman penuh ketakutan yang telah berlangsung jauh di masa lalu masih bisa melekat hingga sekarang, membuat trauma. Baca Lanjutannya…

Oleh: petrusfs | Desember 10, 2009

027. TERSEMBUNYI


Salah satu permainan kegemaran saya di masa kecil adalah permainan petak umpet. Bentuk permainan petak umpet beragam, bisa perseorangan atau kelompok. Jika ada dua kelompok sedang bermain petak umpet, biasanya diawali dengan melemparkan undian: kelompok mana yang bersemunyi (hid), dan kelompok mana yang mencari (seek). Ternyata ada kesulitan tersendiri mencari teman-teman yang bersembunyi. Mereka bisa bersembunyi di balik pintu, tetapi juga di dalam lemari pakaian. Ada yang bersembunyi di balik pepohonan, tetapi juga di atas dahan pohon. Yang lebih sulit adalah ketika ia bersembunyi di dapur dan dilindungi oleh orang lain (ibunya atau pembantunya) yang berkata bahwa teman yang dicari tidak ada di sana. Teman yang bersembunyi dengan gaya ini lolos karena tertutupi kebohongan orang lain yang menjadi backing-nya. Baca Lanjutannya…

Oleh: petrusfs | Desember 10, 2009

026. SETIA


Seorang arif bijaksana di masa lampau yang bernama Solaiman, berkata bahwa “sifat yang diinginkan pada seseorang ialah kesetiaannya”. Pada masa itu ternyata sudah banyak orang yang tidak setia, sehingga kesetiaan menjadi suatu barang langka. Demikian pula halnya dengan kondisi pada masa kini. Orang bekerja hanya seumur jagung. Ketika segalanya berjalan lancar ia tetap di sana, tetapi ketika perusahaan mulai goyah, ia pun hengkang dan mencari tempat baru yang dipandang lebih menjanjikan. Baca Lanjutannya…

Oleh: petrusfs | Desember 10, 2009

HIDUP SEORANG PENYEMBAH

1. Pendahuluan

Di Warta Jemaat tanggal 6 Desember 2009 yang lalu kita telah belajar tentang ciri penyembahan Orang Majus, di mana mereka rela berkorban, suka menggali kebenaran, hidup dalam ketaatan, dan mempersembahkan pemberian yang menyukakan hati Tuhan.

Rick Warren dalam bukunya yang terkenal The Purpose Driven Life menyatakan bahwa ada 5 (lima) tujuan yang telah Allah tetapkan dalam kehidupan manusia yang diciptakan menurut gambar dan rupa-Nya. Tujuan yang pertama adalah agar manusia menyenangkan hati-Nya dengan hidup sebagai penyembah. Sedangkan keempat tujuan lainnya yang tidak kalah pentingnya adalah: untuk menjadi keluarga Allah, untuk menjadi serupa dengan Kristus, untuk melayani Allah, dan untuk menjalankan misi Allah. Penyembahan merupakan prioritas utama dalam kehidupan setiap orang percaya. Penyembahan harus menjadi gaya hidup orang percaya, dan bukan sekedar aktivitas pelayanan gerejawi belaka. Bagaimana seharusnya kehidupan seorang penyembah telah dipaparkan oleh Alkitab yang intinya terletak pada kata disiplin. Seorang penyembah yang benar harus seorang yang memiliki disiplin. Dalam hal apa saja ia harus disiplin akan bersama-sama kita renungkan melalui artikel ini. Baca Lanjutannya…

Oleh: petrusfs | November 24, 2009

MELAYANI DALAM PANDANGAN ALLAH

1. Pendahuluan

Kita dipanggil untuk melayani! Pernyataan ini sama sekali tidak bisa ditawar. Pelayanan merupakan suatu keharusan sekaligus gaya hidup. Namun dewasa ini makna pelayanan telah keluar dari apa yang Allah sendiri maksudkan. Hal ini terbukti dengan timbulnya banyak masalah internal dalam pelayanan yang menjurus kepada pertikaian bahkan perpecahan. Banyak hal yang menjadi penyebabnya yang pada intinya adalah tidak dimilikinya pandangan yang benar tentang pelayanan.

Dalam renungan kali ini kita akan mengembalikan konsep pelayanan ke dalam pandangan Allah sendiri. Baca Lanjutannya…

Oleh: petrusfs | November 11, 2009

025. MIMPI

Apa kata Anda tentang mimpi? Ada yang berkata bahwa mimpi adalah ‘bunga tidur” jadi tak perlu terlalu dipikirkan. Tetapi saya mau katakan bahwa mimpi itu penting. Saya bukan pemimpi atau penafsir mimpi, tetapi saya mempunyai mimpi. Bahkan sebenarnya setiap orang harus mempunyai mimpi. Baca Lanjutannya…

Oleh: petrusfs | November 11, 2009

024. LARI


Setiap pagi kita melihat cukup banyak orang berolahraga. Ada yang olah tubuh, ada yang berjalan kaki, dan ada pula yang berlari. Ada yang berlari per seorangan, ada pula yang berkelompok. Ada yang berlari sambil ngobrol mengitari lapangan. Ada pula yang lari lebih cepat demi mengejar jumlah putaran yang harus dilakukan seperti diperintahkan oleh instruktur atau pelatih. Saya melihat sbahwa dari sekian banyak orang berlari, ebenarnya hanya ada tiga jenis lari. Baca Lanjutannya…

Oleh: petrusfs | November 11, 2009

023. BERLIPAT GANDA


Nampaknya berjalan-jalan di perumahan elite tidak ada salahnya. Untuk apa? Ya, untuk apa?Ini sebuah pertanyaan penting: untuk apa kita berjalan-jalan dan mengunjungi perumahan elite? Untuk memacu diri agar mau bekerja lebih giat lagi. Orang-orang yang memiliki rumah-rumah bagus itu dengan harga milyaran, tentunya adalah para pekerja keras yang telah memberdayakan potensi yang Tuhan telah berikan pada dirinya, sehingga ia mampu melipatgandakannya dengan baik. Baca Lanjutannya…

Tulisan Sebelumnya »

Kategori