<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: SLAMETAN KRISTIANI</title>
	<atom:link href="http://petrusfs.wordpress.com/2007/11/14/slametan-kristiani/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://petrusfs.wordpress.com/2007/11/14/slametan-kristiani/</link>
	<description>Berakar Ke Bawah, Berbuah Ke Atas</description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Oct 2009 02:27:11 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: petrusfs</title>
		<link>http://petrusfs.wordpress.com/2007/11/14/slametan-kristiani/#comment-68</link>
		<dc:creator>petrusfs</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Feb 2009 02:57:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://petrusfs.wordpress.com/2007/11/14/slametan-kristiani/#comment-68</guid>
		<description>Memang budaya harus tetap dihargai tetapi secara selektif, karena tidak semua unsur budaya sesuai dengan firman Tuhan. Yang sesuai dengan firman Tuhan, misalnya: &quot;hormat orang tua&quot; (Efs. 6:1-2) harus tetap dipertahankan; yang netral, misalnya: &quot;model rumah, pakaian/busana&quot; juga tetap bisa digunakan; tetapi yang bertentangan dengan firman Tuhan, misalnya yang berkaitan dengan tahyul, arwah, dsb. harus ditolak.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Memang budaya harus tetap dihargai tetapi secara selektif, karena tidak semua unsur budaya sesuai dengan firman Tuhan. Yang sesuai dengan firman Tuhan, misalnya: &#8220;hormat orang tua&#8221; (Efs. 6:1-2) harus tetap dipertahankan; yang netral, misalnya: &#8220;model rumah, pakaian/busana&#8221; juga tetap bisa digunakan; tetapi yang bertentangan dengan firman Tuhan, misalnya yang berkaitan dengan tahyul, arwah, dsb. harus ditolak.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: nuke</title>
		<link>http://petrusfs.wordpress.com/2007/11/14/slametan-kristiani/#comment-67</link>
		<dc:creator>nuke</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Feb 2009 00:20:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://petrusfs.wordpress.com/2007/11/14/slametan-kristiani/#comment-67</guid>
		<description>pak, kalo dilihat dalam Perjanjian Lama, bukankah dalam Alkitab juga dipakai banyak &quot;sinkritisme&quot;? dalam Perjanjian Baru, bukankah Yesus Kristus juga memakai budaya untuk mewartakan Injil kerajaan Allah? maka memakai sarana budaya untuk PI saya kira tidak salah dan tidak perlu dipersalahkan. manusia tidak bisa teralienasi dari budaya lho. Salametan sebagai perayaan keselamatan, apa salahnya? GBU</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pak, kalo dilihat dalam Perjanjian Lama, bukankah dalam Alkitab juga dipakai banyak &#8220;sinkritisme&#8221;? dalam Perjanjian Baru, bukankah Yesus Kristus juga memakai budaya untuk mewartakan Injil kerajaan Allah? maka memakai sarana budaya untuk PI saya kira tidak salah dan tidak perlu dipersalahkan. manusia tidak bisa teralienasi dari budaya lho. Salametan sebagai perayaan keselamatan, apa salahnya? GBU</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
