Oleh: petrusfs | Juni 30, 2009

004. KEPEDULIAN

Happiness is a choice, demikian kata pepatah yang artinya, “Kebahagiaan itu suatu pilihan.” Segala sesuatu yang kita alami dalam hidup ini berkaitan erat dengan pilihan-pilihan kita. Apakah kita ingin memilih bangun pagi atau bangun siang. Apakah kita memilih untuk bekerja keras atau terus bersantai sepanjang hari. Apakah kita memilih untuk memulai setiap hari dengan Tuhan atau dengan keluhan. Masih banyak contoh jenis pilihan lainnya. Salah satu dari pilihan itu adalah memilih peduli atau memilih tidak peduli terhadap orang lain.

Setiap orang tentu punya kebutuhan dan jalan keluar bagaimana memenuhi kebutuhannya tersebut. Anda punya kebutuhan, saya pun punya kebutuhan. Setiap orang punya kebutuhan. Jika setiap orang memiliki kebutuhan, salahkah ia jika ia setiap waktu memikirkan bagaimana memenuhi kebutuhannya tersebut? Tentu tidak salah. Tetapi apakah Tuhan menciptakan kita dengan maksud agar kita hanya hidup dan berjuang  untuk memenuhi  kebutuhan kita sendiri saja? Tentu tidak! Ia menghandaki agar kita memilih untuk menaruh kepedulian. Peduli terhadap alam, peduli terhadap keluarga, peduli terhadap sesama.

Peduli terhadap alam berarti kita akan melestarikannya dengan menjaga kebersihannya. Peduli terhadap keluarga mengajak kita memberikan perhatian lebih kepada keluarga: kepada suami/isteri dan anak-anak dibandingkan waktu-waktu yang lalu. Peduli kepada sesama berarti memperhatikan kebutuhan sesama dan berupaya menolongnya memnuhi kebutuhan itu.

Anak-anak telah meyelesaikan studinya, tetapi mungkin keponakan kita belum. Atau anak tetangga belum. Jika ia anak dari keluarga yang kurang mampu, kita bisa peduli kepadanya dengan menolongnya membelikan sepatu, tas, buku, dan perlengkapan sekolah lainnya. Kepedulian bisa berbentuk pemberian materi semacam itu.

Tetapi jika itu tidak memungkinkan Tuhan tetap meminta kita peduli dengan mendoakan-nya, dengan memberikan senyum kepadanya, dan melakukan hal lainnya. Cobalah menyapa setiap orang yang Anda jumpai disertai senyuman yang wajar. Belajarlah menaruh kepedulian kepada setiap orang. Kita akan menjalani hari dengan penuh sukacita, ketika kita peduli dengan orang lain.


Beri tanggapan

Your response:

Kategori