Oleh: petrusfs | Juni 30, 2009

003. SENGAJA

Kalimat yang meluncur dari wakil keluarga yang sedang mengadakan acara khusus kepada tamu-tamunya biasanya begini, “Saudara-saudara sekalian. Kami berterima kasih atas kedatangan saudara sekalian. Apabila dalam penyambutan kami ada hal-hal yang kurang berkenan di hati saudara-saudara, baik disengaja atau tidak, mohon kiranya dimaafkan.”

Seringkali kita membedakan antara kesalahan atau dosa yang disengaja dengan kesalahan atau dosa yang tidak disengaja. Benarkah pembedaan semacam itu. Adakah kekeliruan yang dilakukan tidak sengaja?

Sebenarnya tidak ada kesalahan yang tidak disengaja. Semuanya pasti disengaja. Acara yang amburadul, misalnya, pasti merupakan kesalahan yang disengaja, yaitu sengaja tidak mempersiap-kan acara dengan baik. Jika seorang yang berkendara sepeda motor sekaligus menggunakan handphone dan kemudian menabrak orang lain, apakah itu tidak disengaja? Itu kesalahan yang disengaja, yaitu sengaja melakukan kecerobohan dengan menggunakan handphone saat berkendara yang sebenarnya sangat membahayakan.

Jika kita lanjutkan dengan contoh-contoh lainnya, maka semua kesalahan pasti kita lakukan dengan sengaja: langsung atau tidak langsung. Lalu kita harus bagaimana? Selanjutnya karena itu kesengajaan, maka harus ditindaklanjuti dengan permintaan maaf. Di sinilah kesulitannya. Lebih mudah melakukan kesalahan dengan sengaja dibandingkan meminta maaf sesudahnya. Oleh sebab itu kita harus berpikir ulang sebelum melakukan sesuatu, apalagi yang mengakibatkan kerugian pada orang lain.

Orang lain akan memaklumi jika kita melakukan kesalahan, tetapi mereka sulit memaklumi jika kita tidak mau mengakuinya. Mengakui suatu kesalahan merupakan separuh kemenangan yang telah kita raih. Separuh berikutnya adalah meminta maaf untuk itu. Orang tua seyogyanya mengakui kesalahan kepada anak-anaknya jika ia memang telah bersalah. Guru kepada murid-muridnya. Pejabat kepada rakyatnya. Pemimpin kepada bawahannya.

Pengakuan mendatangkan kelegaan, dan permintaan maaf mendatangkan persahabatan.


Beri tanggapan

Your response:

Kategori