
Setiap orang mempunyai hak. Tak ada yang lebih menyenangkan hati selain hak-hak kita terpenuhi. Abraham Maslow mengamati bahwa ketika hak-hak seseorang yang sekaligus merupakan kebutuhannya dipenuhi, maka ia akan termotivasi atau terdorong untuk bekerja dengan baik. Hak untuk memperoleh pemenuhan atas kebutuhan fisik, seperti makan, minum, pakaian, perumahan, dan sebagainya. Demikian pula dengan hak memperoleh keamanan, hak berinteraksi secara sosial, hak memperoleh pengakuan, dan hak mengembangkan diri. Setiap orang akan memperjuangkan hak-haknya tersebut, baik secara pribadi maupun kelompok, baik yang terorganisasi maupun tidak.
Namun bagaimana dengan kewajiban? Orang seringkali melupakannya. Ketika ada kewajiban, orang cenderung mengelaknya, dan menyerahkannya kepada orang lain. Padahal antara hak dan kewajiban seharusnya berjalan bersama-sama. Di mana ada hak, di situ ada kewajiban. Orang yang suka menuntut haknya harus menyadari dan mau menerima tanggungjawab dalam melaksanakan kewajiban-kewajibannya. Mari kita implementasikan keduanya dalam hal-hal berikut ini.
Dalam keluarga. Apakah yang akan terjadi jika istri-istri menuntut haknya kepada suaminya, tetapi tidak menjalankan kewajibannya sebagai istri? Ia meminta sarana hiburan seperti teve yang bagus, tetapi enggan menunggui anak-anaknya belajar. Apa pula yang terjadi jika suami-suami menuntut haknya untuk dilayani oleh istri, tetapi malas bekerja mencari nafkah? Apa yang akan terjadi jika anak-anak menuntut hak kamar yang bagus dan komputer atau sarana game yang canggih, tetapi mengelak dari kewajibannya untuk belajar keras dan mencapai prestasi akademik yang baik di sekolah? Apa yang terjadi jika orang tua menuntut hak penghormatan dari anak-anak-nya tetapi mengelak dari kewajiban mendidik anak-anaknya uantuk takut akan Tuhan?
Hal-hal di atas dapat dikembangkan sampai kepada hak dan kewajiban tempat pekerjaan, di tengah masyarakat, terhadap bangsa dan negara. Di mana tidak ada penyeimbangan antara hak dan kewajiban, akan terjadi kekacauan. Mari bersama kita hidup dengan adil untuk menyeimbangkan hak dan kewajiban kita di pelbagai segi kehidupan.
oleh: petrus f. setiadarma
