<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>MORELORD</title>
	<atom:link href="http://petrusfs.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://petrusfs.wordpress.com</link>
	<description>Berakar Ke Bawah, Berbuah Ke Atas</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Nov 2009 01:31:59 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='petrusfs.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/3f56598e9b01075f74d2e0ab9cf1ced4?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>MORELORD</title>
		<link>http://petrusfs.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>025. MIMPI</title>
		<link>http://petrusfs.wordpress.com/2009/11/11/025-mimpi/</link>
		<comments>http://petrusfs.wordpress.com/2009/11/11/025-mimpi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 01:31:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>petrusfs</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Singkat]]></category>
		<category><![CDATA[artikel rohani]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Devotion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://petrusfs.wordpress.com/?p=194</guid>
		<description><![CDATA[ 
 Apa kata Anda tentang mimpi? Ada yang berkata bahwa mimpi adalah &#8216;bunga tidur” jadi tak perlu terlalu dipikirkan. Tetapi saya mau katakan bahwa mimpi itu penting. Saya bukan pemimpi atau penafsir mimpi, tetapi saya mempunyai mimpi. Bahkan sebenarnya setiap orang harus mempunyai mimpi.
Berbagai hasil penemuan di dunia dilakukan oleh orang-orang yang semula memiliki [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petrusfs.wordpress.com&blog=1851339&post=194&subd=petrusfs&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><strong><img class="alignnone" title="mimpi" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:TXqNP6kLfe8VoM:http://images.paraorkut.com/img/wallpapers/1280x1024/l/liquid_dream-72.jpg" alt="" width="150" height="120" /> </strong></p>
<p><strong> </strong>Apa kata Anda tentang mimpi? Ada yang berkata bahwa mimpi adalah &#8216;bunga tidur” jadi tak perlu terlalu dipikirkan. Tetapi saya mau katakan bahwa mimpi itu penting. Saya bukan pemimpi atau penafsir mimpi, tetapi saya mempunyai mimpi. Bahkan sebenarnya setiap orang harus mempunyai mimpi.<span id="more-194"></span></p>
<p>Berbagai hasil penemuan di dunia dilakukan oleh orang-orang yang semula memiliki mimpi. <em>I have a dream, </em>judul lagu yang dinyanyikan oleh ABBA, Westlife dan anak-anak sekolah, menunjuk-kan bahwa mimpi menjadi pendorong bagi seseorang untuk mencapai sesuatu.</p>
<p>Karena mimpi itu gratis, tidak perlu bayar, maka akan lebih baik jika kita memiliki mimpi untuk hal yang besar. Mimpi yang besar akan menghasilkan semangat dan energi yang besar. Ia akan mampu mengatasi segala rintangan dan hambatan demi mimpinya itu. Hanya saja tetap harus dibedakan antara mimpi yang menjadi bencana bagi sesama atau yang bermanfaat bagi sesama. Hitler memiliki mimpi menjadi penguasa dunia, dengan cara merusakk, menghancurkan dan membunuh banyak orang. Berbeda dengan Abraham Lincoln yang bermimpi tentang kemerdekaan sejati dan menjadikan itu suatu kenyataan. Hasilnya? Tidak ada lagi perbudakan di Amerika Serikat. Marim Luther King Jr. Pun memiliki mimpi tentang kesetaraan etnis di Amerika Serikat yang kemudian mampu menghapus diskriminasi rasial. Reikonya? Keduanya dibunuh sebagai martir &#8230;</p>
<p>Bagaimana bisa memiliki mimpi yang besar? Banyak cara bisa ditempuh agar kita memiliki mimpi besar. Pertama miliki iman yang terus bertumbuh kepada Tuhan Pencipta dan Mahakuasa. Kedua, lengkapi diri dengan membaca riwayat hidup banyak orang besar. Ketiga, belajar bergaul dengan orang besar. Ini bukan bertujuan menjauhi orang kecil, melainkan mendekati orang besar untuk kemudian memiliki mimpi besar untuk menolong orang kecil. Keempat, tetap bersemangat sekalipun banyak orang yang meragukan.</p>
<p>Selanjutnya, mimpi itu akan tetap mimpi jika tidak diwujudkan dalam kenyataan. Kata “pemimpin” hanya berbeda satu huruf dengan kata “pemimpi”. Pemimpin yang tidak mampu merealisasikan mimpinya adalah pemimpi! Dalam merealisasikan mimpi dibutuhkan adanya keberanian. Juga dibutuhkan adanya kerja sama dengan orang-orang lain yang memiliki mimpi yang sama.</p>
<p>Namun demikian, mimpi juga harus disesuaikan dengan kehendak dan rencana Tuhan. Mimpi bukan lari dari kenyataan akan kemampuan diri. Mimpi bukan memaksakan kehendak kita kepada-Nya, melainkan melihat rencana-Nya dalam hidup kita. Jadikan mimpi Anda sebagai kenyataan &#8211; walaupun secara bertahap – dengan resiko apapun &#8230; oleh pertolongan Tuhan.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211; 00000 &#8212;&#8211;</p>
<p><strong> </strong></p>
<p>petrus f. setiadarma</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/petrusfs.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/petrusfs.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/petrusfs.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/petrusfs.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/petrusfs.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/petrusfs.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/petrusfs.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/petrusfs.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/petrusfs.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/petrusfs.wordpress.com/194/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petrusfs.wordpress.com&blog=1851339&post=194&subd=petrusfs&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://petrusfs.wordpress.com/2009/11/11/025-mimpi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d1fb341effcdaeb59836656af358af13?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">petrusfs</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:TXqNP6kLfe8VoM:http://images.paraorkut.com/img/wallpapers/1280x1024/l/liquid_dream-72.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mimpi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>024. LARI</title>
		<link>http://petrusfs.wordpress.com/2009/11/11/024-lari/</link>
		<comments>http://petrusfs.wordpress.com/2009/11/11/024-lari/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 01:27:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>petrusfs</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Singkat]]></category>
		<category><![CDATA[christmas devotion]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://petrusfs.wordpress.com/?p=192</guid>
		<description><![CDATA[

Setiap pagi kita melihat cukup banyak orang berolahraga. Ada yang olah tubuh, ada yang berjalan kaki, dan ada pula yang berlari. Ada yang berlari per seorangan, ada pula yang berkelompok. Ada yang berlari sambil ngobrol mengitari lapangan. Ada pula yang lari lebih cepat demi mengejar jumlah putaran yang harus dilakukan seperti diperintahkan oleh instruktur atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petrusfs.wordpress.com&blog=1851339&post=192&subd=petrusfs&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><img class="aligncenter" title="lari" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:x-c0zo165ZCawM:http://growabrain.typepad.com/photos/uncategorized/2008/09/27/jackson_running.jpg" alt="" width="91" height="150" /><br />
</strong></p>
<p>Setiap pagi kita melihat cukup banyak orang berolahraga. Ada yang olah tubuh, ada yang berjalan kaki, dan ada pula yang berlari. Ada yang berlari per seorangan, ada pula yang berkelompok. Ada yang berlari sambil ngobrol mengitari lapangan. Ada pula yang lari lebih cepat demi mengejar jumlah putaran yang harus dilakukan seperti diperintahkan oleh instruktur atau pelatih. Saya melihat sbahwa dari sekian banyak orang berlari, ebenarnya hanya ada tiga jenis lari.<span id="more-192"></span></p>
<p>Pertama, lari untuk menyehatkan tubuh. Itu baik dilakukan &#8230; secara teratur dan terukur. Olahraga membuat badan kita lebih sehat. Bukankah pepatah <em>mens sana in corpore sano </em>atau “di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat” masih berlaku?</p>
<p>Kedua, lari menghindar dari sesuatu. Mungkin anjing galak, mungkin pula manusia galak. Jika yang dimaksud menghindar di sini adalah menghindar dari sesuatu yang merugikan, yang akan merusak kehidupan kita, maka lari untuk tujuan itu memang harus dilakukan. Dalam kisah kuno dikatakan seorang bernama Yusuf yang lari menghindar rari bujuk rayu istri majikannya. Ia lari menjauhi cobaan tersebut. Ia disebut sebagai pemenang, karena berhasil menyelamatkan diri dari dosa besar.Hal semacam ini harus mampu kita lakukan. Saat ada godaan yang akan menjerumuskan kita, jangan berkompromi. Lari dan tinggalkan!</p>
<p>Namun jika lari yang dilakukan bertujuan menghindar dari sebuah tanggung jawab yang penting, yang justru membentuk karakter kita, hal itu patut disayangkan. Ada orang yang cepat pindah kerja, lari dari boss yang &#8216;galak&#8217; dan berharap memperoleh pekerjaan baru yang lebih &#8216;lunak&#8217;. Ada orang yang lari dari tanggung jawab belajar dengan terus bermain <em>game, </em>dan ketika ujian dilangsungkan menggunakan jalan pintas alias nyontek. Yang lain lagi lari dari tanggungjawab mencintai istri yang diberikan Tuhan ke dalam pelukan perempuan lain.</p>
<p>Ketiga, orang yang lari untuk mengejar sesuatu yang positif. Berlari untuk memperoleh hadiah atau upah yang telah disediakan oleh Tuhan. Ini membutuhkan ketekunan dan ketabahan. Ia tahu pentingnya waktu dan tidak akan menunda-nuna untuk melakukan hal-hal yang positif. Tidak menunda untuk memberi maaf atau ampunan. Tidak menunda-nunda untuk menolong mereka yang tertindas. Tidak menunda untuk memberikan dukungan semangat bagi mereka yang putus asa. Ia melakukan dengan segera &#8230; <em>as fast as he can. </em>Ia tidak setuju dengan budaya &#8216;alon-alon asal klakon&#8217; jika itu bermakna kelambatan. Semuanya sedang berlangsung dengan cepat. Jika kita tidak berlari semuanya akan menjadi terlambat. Berlarilah segera mencapai tujuan hidup mulia, hidup yang menjadi berkat bagi orang lain.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211; 00000 &#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:left;">petrus f. setiadarma</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/petrusfs.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/petrusfs.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/petrusfs.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/petrusfs.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/petrusfs.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/petrusfs.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/petrusfs.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/petrusfs.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/petrusfs.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/petrusfs.wordpress.com/192/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petrusfs.wordpress.com&blog=1851339&post=192&subd=petrusfs&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://petrusfs.wordpress.com/2009/11/11/024-lari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d1fb341effcdaeb59836656af358af13?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">petrusfs</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:x-c0zo165ZCawM:http://growabrain.typepad.com/photos/uncategorized/2008/09/27/jackson_running.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">lari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>023. BERLIPAT GANDA</title>
		<link>http://petrusfs.wordpress.com/2009/11/11/023-berlipat-ganda/</link>
		<comments>http://petrusfs.wordpress.com/2009/11/11/023-berlipat-ganda/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 01:16:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>petrusfs</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Singkat]]></category>
		<category><![CDATA[artikel rohani]]></category>
		<category><![CDATA[Devotion]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://petrusfs.wordpress.com/?p=189</guid>
		<description><![CDATA[

Nampaknya berjalan-jalan di perumahan elite tidak ada salahnya. Untuk apa? Ya, untuk apa?Ini sebuah pertanyaan penting: untuk apa kita berjalan-jalan dan mengunjungi perumahan elite? Untuk memacu diri agar mau bekerja lebih giat lagi. Orang-orang yang memiliki rumah-rumah bagus itu dengan harga milyaran, tentunya adalah para pekerja keras yang telah memberdayakan potensi yang Tuhan telah berikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petrusfs.wordpress.com&blog=1851339&post=189&subd=petrusfs&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><img class="aligncenter" title="berlipat ganda" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:HRvuYdilW_lxJM:http://www.graphic-design.com/Photoshop/shadows/multiplied_02.jpg" alt="" width="125" height="76" /><br />
</strong></p>
<p>Nampaknya berjalan-jalan di perumahan elite tidak ada salahnya. Untuk apa? Ya, untuk apa?Ini sebuah pertanyaan penting: untuk apa kita berjalan-jalan dan mengunjungi perumahan elite? Untuk memacu diri agar mau bekerja lebih giat lagi. Orang-orang yang memiliki rumah-rumah bagus itu dengan harga milyaran, tentunya adalah para pekerja keras yang telah memberdayakan potensi yang Tuhan telah berikan pada dirinya, sehingga ia mampu melipatgandakannya dengan baik.<span id="more-189"></span></p>
<p>Sebentar. Belum tentu rumah-rumah bagus itu diperoleh dengan cara demikian, bukan? Ya. Tentu saja tidak semua rumah mewah itu diperoleh dengan cara jujur, tetapi tidak semua rumah juga diperoleh dengan cara tidak jujur. Dengan mengatakan kalimat-kalimat yang cenderung menghakimi seperti: “pasti rumah itu hasil perbuatan yang tidak benar!” maka kita telah berdalih dari tugas kita untuk melipatgandakan apa yang Tuhan berikan kepada kita. Mengapa kita tidak berpikir yang lebih positif? Yaitu bahwa mereka memperolehnya dengan cucuran keringat mereka?</p>
<p>Kerja keras. Itulah ungkapan yang disampaikan oleh salah seorang pebisnis properti kondang Indonesia: Ir. Ciputra. Ia mampu mengubah kehidupannya dari kemiskinan yang parah menjadi orang berada. Rahasianya? Yang pertama tentu adalah bakat bisnisnya. Tetapi para ahli mengatakan bahwa faktor bakat itu hanya 10 persen. Selebihnya adalah kerja keras.</p>
<p>Dalam salah satu kunjungan ke sebuah negara saya dibuat terperangah. Seusai saya bersma teman-teman dari Indonesia bersantap siang dengan tuan rumah ada dua perbedaan mencolok. Tuan rumah langsung bekerja keras lagi, bahkan lebih bersemangat dari sebelumnya. Sementara kami &#8211; saya khususnya &#8211; langsung menguap karena mengantuk. Orang berkata, “lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya” &#8230; “Lain negara lain budayanya.” Tetapi ada budaya yang baik yang bisa kita tiru, bukan? Budaya kerja keras.</p>
<p>Saya mendapatkan informasi berharga bagaimana anak-anak sekolah di negara itu biasa belajar 10 jam sehari &#8230; dari jam 7 pagi hingga jam 5 sore. Kerja keras sudah membudaya di kalangan mereka. Sebaliknya, anak-anak didik kita sering pulang pagi. Penyebabnya? Macam-macam: guru sedang rapat lha, ada instruksi dari pusat, dan sebagainya. Tanpa disadarai, anak-anak lalu mempiliki budaya santai. Untuk apa kerja keras &#8230;? Tongkat kayu saja bisa menjadi tanaman, kok. Negeri kita kan dikeliling lautan. Eh. Kolam susu? Makanya, santai-santai sajalah.</p>
<p>Jangan marah kepada orang lain atau negara lain yang karena kerja kerasnya diberkati Tuhan, dan menjadi orang atau negara yang lebih makmur dari kita. Mulailah bekerja keras, melipatgandakan anugerah Tuhan dalam hidup kita.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211; 00000 &#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:left;">petrus f. setiadarma</p>
<p>&nbsp;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/petrusfs.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/petrusfs.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/petrusfs.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/petrusfs.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/petrusfs.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/petrusfs.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/petrusfs.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/petrusfs.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/petrusfs.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/petrusfs.wordpress.com/189/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petrusfs.wordpress.com&blog=1851339&post=189&subd=petrusfs&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://petrusfs.wordpress.com/2009/11/11/023-berlipat-ganda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d1fb341effcdaeb59836656af358af13?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">petrusfs</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:HRvuYdilW_lxJM:http://www.graphic-design.com/Photoshop/shadows/multiplied_02.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">berlipat ganda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>022. TIDAK BERHARGA</title>
		<link>http://petrusfs.wordpress.com/2009/11/11/022-tidak-berharga/</link>
		<comments>http://petrusfs.wordpress.com/2009/11/11/022-tidak-berharga/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 01:08:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>petrusfs</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Singkat]]></category>
		<category><![CDATA[Devotion]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://petrusfs.wordpress.com/?p=187</guid>
		<description><![CDATA[

 Kapankah sesuatu disebut tidak berharga? Sesuatu disebut tidak berharga apabila: pertama, harga satuan yang ada di label benda tersebut memang murah. Sesuatu yang murah umumnya kurang atau tidak berharga. Kedua, apabila ia dibandingkan dengan sesuatu lainnya yang lebih berharga. Mobil yang berharga 200 juta rupiah menjadi tidak berharga dibandingkan mobil lain yang harnya 2 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petrusfs.wordpress.com&blog=1851339&post=187&subd=petrusfs&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><img class="aligncenter" title="tidak berharga" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:whDKH7as2aBmAM:http://www.abazias.com/diamondblog/wp-content/uploads/2007/09/apollo_diamond_jewel_675612_l.jpg" alt="" width="130" height="114" /><br />
</strong></p>
<p><strong> </strong>Kapankah sesuatu disebut tidak berharga? Sesuatu disebut tidak berharga apabila: pertama, harga satuan yang ada di label benda tersebut memang murah. Sesuatu yang murah umumnya kurang atau tidak berharga. Kedua, apabila ia dibandingkan dengan sesuatu lainnya yang lebih berharga. Mobil yang berharga 200 juta rupiah menjadi tidak berharga dibandingkan mobil lain yang harnya 2 milyar rupiah. Rumah bagus yang seharga 1 milyar rupiah menjadi tidak berharga dibandingkan rumah seharga 10 milyar rupiah. Itu berarti sesuatu dipandang tidak berharga jika ia secara relatif dibandingkan dengan sesuatu yang lebih berharga. Dalam hal ini kita berbicara tentang nilai atau <em>value</em>.<span id="more-187"></span></p>
<p>Apakah keluarga merupakan sesuatu yang berharga atau tidak? Bagaimana dengan persahabatan? Bagaimana pula dengan iman? Itu semua tergantung dari nilai yang dipegang seseorang.</p>
<p>Mereka yang melihat uang sebagai sesuatu yang sangat berharga, maka keluarga akan ditelantarkan demi uang tersebut. Pendidikan anak-anak akan dikesampingkan demi uang tersebut. Pendidikan anak-anak cukup diserahkan kepada orang lain yang bisa dibayar untuk itu.</p>
<p>Mereka yang melihat harta jauh lebih berharga juga akan tega memutuskan tali persahabatan, bahkan tali persaudaraan. Demi uang sahabat bisa menjadi musuh, dan demi uang pula sauadar sekandung dibawa di pengadilan.</p>
<p>Yang lain lagi &#8230; demi uang iman dicampakkan. Pola pikirnya sederhana. “Untuk apa saya memikirkan keselamatan di balik kematian, jika untuk makan saja saya tidak punya uang?” atau “Peduli amat dengan iman, yang penting adalah harta dan uang.” Mereka bahkan tidak segan-segan datang kepada kuasa kegelapan demi memperoleh harta benda yang sifatnya sementara.</p>
<p>Ada pula yang menyingkirkan iman demi kesehatan. Tanpa ada kejelasan tentang sumber kuasa penyembuhan yang dimiliki, seseorang datang kepada mereka yang memiliki kuasa itu dan rela menanggalkan iman mereka. Bahkan ada yang berkompromi dengan Iblis demi kesehatan fisiknya yang juga sementara.</p>
<p>Kekudusan hidup? Kebenaran? Itu lebih-lebih lagi. Banyak orang tidak mengharga kekudusan hidupnya. Banyak yang hidup dalam pola seks bebas, kata-kata kotor, ide-ide yang melecehkan Tuhan dan agama.  Kebenaran juga tidak dijunjung tinggi. Pokoknya saya bisa &#8217;sluman slumun slamet&#8217;. Pelbagai kompromi dilakukan, demi keamanan dan kenyamanan diri.</p>
<p>Mari kita kembali menghargai nilai-nilai moral yang mulia. Jangan jadikan itu tidak berharga hanya demi kesementaraan. Hargai hal-hal yang kekal dan baka lebih dari yang fana dan sementara.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211; 00000 &#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:left;">petrus f. setiadarma</p>
<p><strong> </strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/petrusfs.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/petrusfs.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/petrusfs.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/petrusfs.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/petrusfs.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/petrusfs.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/petrusfs.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/petrusfs.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/petrusfs.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/petrusfs.wordpress.com/187/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petrusfs.wordpress.com&blog=1851339&post=187&subd=petrusfs&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://petrusfs.wordpress.com/2009/11/11/022-tidak-berharga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d1fb341effcdaeb59836656af358af13?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">petrusfs</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:whDKH7as2aBmAM:http://www.abazias.com/diamondblog/wp-content/uploads/2007/09/apollo_diamond_jewel_675612_l.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tidak berharga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>021. PEMBERIAN TERBAIK</title>
		<link>http://petrusfs.wordpress.com/2009/11/11/21-pemberian-terbaik/</link>
		<comments>http://petrusfs.wordpress.com/2009/11/11/21-pemberian-terbaik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 01:03:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>petrusfs</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Singkat]]></category>
		<category><![CDATA[Devotion]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://petrusfs.wordpress.com/?p=182</guid>
		<description><![CDATA[



Tidak ada salahnya jika kita meluangkan waktu untuk bersih-bersih rumah. Biasanya ketika kita membersihkan rumah – gudang khususnya – kita bakal menemukan benda-benda lama yang disimpan di situ. Lalu kita berhenti sejenak, misalnya saat menemukan sebuah buku catatan lama yang kita tulis saat di bangku sekolah tentang kelucuan teman dan sebagainya. Belum lagi ketika menemukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petrusfs.wordpress.com&blog=1851339&post=182&subd=petrusfs&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="color:#0000ff;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><img class="aligncenter" title="pemberian terbaik" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:4dDEzwgwEUM9bM:http://rlv.zcache.com/love_is_the_best_gift_card-p137427905662938245tdtq_400.jpg" alt="" width="124" height="124" /><br />
</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Tidak ada salahnya jika kita meluangkan waktu untuk bersih-bersih rumah. Biasanya ketika kita membersihkan rumah – gudang khususnya – kita bakal menemukan benda-benda lama yang disimpan di situ. Lalu kita berhenti sejenak, misalnya saat menemukan sebuah buku catatan lama yang kita tulis saat di bangku sekolah tentang kelucuan teman dan sebagainya. Belum lagi ketika menemukan barang tertentu. Kita pun bersnostalgia tentang saat kita memperoleh barang itu.<span id="more-182"></span></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Yang cukup tragis adalah jika kita menemukan barang berharga, yang diberikan oleh sahabat terbaik kita, tetapi kemudian kita melupakannya. Kita menyimpannya di gudang saat itu dengan alasan “nanti pasti akan saya gunakan di kemudian hari”. Namun setelah berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, benda itu tetap berada di gudang. Mengapa? Karena kita telah melupakannya, bahkan melupakan pemberinya.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Kita merasa bersalah. Kemudian untuk menutupi rasa bersalah karena telah mengabaikan pemberian terbaik tersebut, kita mulai membersihkannya, dan memindahkannya ke kamar kita. Nah, barang itu pun berfungsi dengan baik &#8230; suatu bingkai foto yang indah.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Dalam hidup ini ada banyak hal yang telah diberikan Tuhan kepada kita. Semua hal itu merupakan pemberian terbaik dari Sang Pencipta. Potensi dan kemampuan yang kita miliki merupakan pemberian terbaik dari-Nya, namun sepertinya kita telah menyimpannya di gudang terdalam hidup kita. Potensi itu &#8216;mangkrak&#8217; dan nyaris mubasir. Kita malah mencoba mencari dan ingin memiliki pemberian Tuhan kepada orang lain. Kita lupa bahwa setiap manusia itu unik. Tuhan memberikan kepada setiap orang potensi yang berbeda-beda. Kita frustrasi karena selalu ingin menjadi seperti orang lain. Bukannya mensyukuri pemberian Allah dalam hidup kita dan menggunakannya semaksimal mungkin, malah kita mulai iri hati melihat potensi orang lain.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Mari kita melihat kembali potensi yang Allah berikan kepada kita, dan menggunakannya demi kebaikan kita dan orang lain. Tuhan tidak menuntut dari apa yang tidak diberikan-Nya kepada kita. Ia hanya menuntut pertanggungjawaban dari potensi yang dikaruniakan-Nya kepada kita. Perbedaan kita dengan para penemu besar seperti Alexander Graham Bell, Thomas Alva Edison, dan yang lainnya adalah bahwa mereka mampu melihat pemberian terbaik Allah dalam hidup mereka, dan menggunakannya dengan sebaik-baiknya. Sementara kita, mungkin memiliki begitu banyak pertimbangan, kemudian meletakkan potensi itu dan berupaya mencari-cari potensi lain &#8230; yang dimiliki oleh orang lain.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#0000ff;">&#8212;&#8211; 00000 &#8212;&#8211;</span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="color:#0000ff;">petrus f. setiadarma<br />
</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/petrusfs.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/petrusfs.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/petrusfs.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/petrusfs.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/petrusfs.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/petrusfs.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/petrusfs.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/petrusfs.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/petrusfs.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/petrusfs.wordpress.com/182/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petrusfs.wordpress.com&blog=1851339&post=182&subd=petrusfs&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://petrusfs.wordpress.com/2009/11/11/21-pemberian-terbaik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d1fb341effcdaeb59836656af358af13?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">petrusfs</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:4dDEzwgwEUM9bM:http://rlv.zcache.com/love_is_the_best_gift_card-p137427905662938245tdtq_400.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pemberian terbaik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HIDUP DALAM KEBENARAN</title>
		<link>http://petrusfs.wordpress.com/2009/11/11/hidup-dalam-kebenaran/</link>
		<comments>http://petrusfs.wordpress.com/2009/11/11/hidup-dalam-kebenaran/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 00:55:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>petrusfs</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel rohani]]></category>
		<category><![CDATA[Christian]]></category>
		<category><![CDATA[christmas devotion]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://petrusfs.wordpress.com/?p=176</guid>
		<description><![CDATA[
1. Pendahuluan
 
Menjelang akhir tahun lalu masyarakat Indonesia banyak memperbincangkan masalah kebenaran dan keadilan dalam kasus 2 pimpinan KPK: Bibit S. Rianto dan Chandra M. Hamzah. Dan tahun 2010 ini gereja kita menggumuli tema besar “Angkatan Orang Benar”. Mungkinkah itu? Bisakah kita hidup dalam kebenaran? Bukankah hampir setiap saat pikiran, perkataan, dan perbuatan kita tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petrusfs.wordpress.com&blog=1851339&post=176&subd=petrusfs&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="aligncenter" title="kebenaran" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:KlmPG6qwt165rM:http://bp3.blogger.com/_nvjvKkd-RB4/R7IFdmJ5MsI/AAAAAAAABxI/M5N0QENWHn8/s400/truth.gif" alt="" width="103" height="121" /></p>
<p><strong>1. Pendahuluan</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Menjelang akhir tahun lalu masyarakat Indonesia banyak memperbincangkan masalah kebenaran dan keadilan dalam kasus 2 pimpinan KPK: Bibit S. Rianto dan Chandra M. Hamzah. Dan tahun 2010 ini gereja kita menggumuli tema besar “Angkatan Orang Benar”. Mungkinkah itu? Bisakah kita hidup dalam kebenaran? Bukankah hampir setiap saat pikiran, perkataan, dan perbuatan kita tidak benar?</p>
<p>Lalu jika kita berkata bahwa kita telah hidup benar, benar itu menurut siapa? Kebenaran bersifat mutlak atau relative? Dalam Teropong Firman kali ini kita akan belajar tentang arti kebenaran dan aspek-aspek kehidupan dalam kebenaran.<span id="more-176"></span></p>
<p><strong>2. </strong><strong>Arti Kebenaran</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Apakah “kebenaran” itu? Ini adalah pertanyaan terbesar umat manusia. Untuk dapat memahaminya, kita akan melihat akar kata dari dua bahasa penting dalam Alkitab, yaitu bahasa Ibrani dan Yunani. Untuk kata “kebenaran” (Ing. <em>truth) d</em>alam bahasa Ibrani digunakan kata <em>“emet“</em> (אמת). Yang menarik adalah bahwa kata ini berasal dari kata kerja Ibrani <em>“aman” </em>yang secara harafiah berarti “mendukung atau memantapkan” dan digambarkan sebagai lengan seorang ayah yang kuat yang sedang menggendong bayinya. Jadi kebenaran tidak akan bisa muncul dari diri kita dengan sendirinya, melainkan kemampuan melakukan kebenaran itu berasal dari Bapa Sorgawi yang menolong dan mendukung kita/</p>
<p>Dalam pikiran orang Yahudi, kebenaran lebih difokuskan pada dinamika, perubahan, dan gagasan bahwa kebenaran memuat juga pembentukan karakter orang – dan pemulihan atas dunia. Jadi – khususnya dalam relasi dengan Allah – hakekat kebenaran menjadi berakar pada saat-saat keputusan diambil dalam kehidupan seseorang. Sebuah kata hikmat Ibrani berkata “Meterai Allah adalah Kebenaran” sebab אמת diambil dari huruf akhir tiga kata dalam Kejadian 2:2, <em>“… pekerjaan penciptaan yang dibuat-Nya itu”</em> ( Ibr. <em>bara<strong>’</strong> elohi<strong>m</strong> la`aso<strong>t</strong> </em>)<em>.</em></p>
<p>Dengan kata lain, Allah menciptakan realitas “melakukan” <em>(la’asot</em>), yang harus diartikan bahwa adalah tanggung jawab  kita, sebagai ciptaan Allah, untuk menggenapi “karya” ciptaan-Nya. Kebenaran berbicara tentang melakukan sesuatu secar aktif, bukan sekedar keberadaan.</p>
<p>Dalam bahasa Yunani digunakan kata <em>“aletheia” (άληδεία) </em>yang berarti “suatu kondisi batiniah yang terbuka, bebas dari keterlibatan perasaan, kepura-puraan, kekeliruan, dan dusta.”</p>
<p>Dalam dongeng binatang Yunani Kuno dikisahkan tentang seorang laki-laki yang sedang berjalan di padang belantara dan menemukan Dewi Veritas (Aletheia)  sedang berdiri sendirian di sana. Ia pun bertanya kepadanya, “Dewi, mengapa engkau tinggal di padang belantara ini dan meninggalkan keramaian kota?” Ia pun menjawab, “Dulu, di antara orang-orang tua, dusta hanya dilakukan segelintir orang, tetapi kini dusta )ketidakbenaran) telah menyebar ke dalam seluruh kehidupan umat manusia”. Berarti “kebenaran” sejak dulu merupakan suau hal yang langka.</p>
<p>Dari dua pengertian di atas, maka “kebenaran” sebenarnya menyangkut dua hal penting. <strong>Pertama, </strong>adalah suatu keberadaan “dibenarkan” <em>(justified) </em>oleh karya Allah di dalam pengorbanan Tuhan Yesus Kristus <strong>(Roma 3:23-24)</strong>. <strong>Kedua, </strong>bahwa kita harus menaati pimpinan Roh Kudus yang menuntun kita kepada segala kebenaran <strong>(Yoh. 16:13)</strong>.</p>
<p><strong>3. </strong><strong>Aspek-aspek Kehidupan Dalam Kebenaran</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Jika kita telah memahami arti kebenaran seperti uraian di atas, maka selanjutnya kita perlu memahami beberapa aspek penting kehidupan dalam kebenaran.</p>
<p><strong>a. </strong><strong>Mencari Kebenaran</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Ini merupakan kerinduan terdalam yang Allah letakkan dalam hati manusia. Sebelum kebenaran sejati itu ditemukan, manusia akan terus berusaha mencari dan mencari. Pencarian kebenaran banyak dilakukan para ahli filsafat, sehingga ditemukanlah definisi-definisi tentang “kebenaran”. Alkitab menyatakan bahwa mereka yang lapar dan haus akan kebenaran disebut berbahagia atau diberkati, sebab mereka akan dipuaskan <strong>(Mat. 5:6). </strong></p>
<p>Alkitab juga menyatakan adanya pernyataan yang identik tentang “kebenaran”, yaitu <em>“Firman-Mu adalah kebenaran” </em><strong>(Yoh. 17:17) </strong>dan <em>“Akulah Jalan, Kebenaran, dan Hidup, …” </em><strong>(Yoh. 14:6). </strong>Itu berarti bahwa pencarian akan kebenaran baru akan berakhir jika kita mengenal Allah yang telah memberikan penyataan atau pewahyuan tentang Diri-Nya di dalam Alkitab, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.</p>
<p>Kebenaran ini bersifat mutlak atau absolute, tidak relatif. Kita harus waspada dengan pemikiran yang menyatakan bahwa kebenaran bisa ditemukan di mana saja, tergantung orang, tempat, atau waktunya. Alkitab justru mengatakan bahwa kebenaran Allah itu mutlak di man asaja, kapan saja, terhadap siapa saja.</p>
<p><strong>b. </strong><strong>Hidup dalam Kebenaran</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Setelah kita mengenal kebenaran yang mutlak itu yaitu Alkitab dan pribadi Yesus Kristus, maka kini kita harus hidup dalam kebenaran. Status kita adalah “orang benar” oleh kary apenebusan Yesus Kristus, tetapi proses menjalani hidup dalam kebenaran tetap harus kita lakukan sebagai bentuk ketaatan. Perhatikan perintah Tuhan dalam ayat-ayat berikut ini:</p>
<ul>
<li>Berpikir benar &#8211; <em>“… semua yang benar … pikirkanlah semuanya itu” </em><strong>(Flp. 4:8).</strong><em> </em></li>
<li>Berkata benar &#8211; <em>“… berkatalah benar seorang kepada yang lain …” </em><strong>(Efs. 4:25).</strong><em> </em></li>
<li>Bertindak benar – <em>“… dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir”</em> <strong>(Amos 5:24).</strong><em> </em></li>
</ul>
<p><strong>c. </strong><strong>Memberitakan Kebenaran</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Sesudah kita mencari dan mengenal kebenaran, hidup di dalamnya, kita juga harus memberitakannya. Kita harus memiliki keberanian dari Tuhan untuk menyatakan kebenaran di mana pun juga, dengan segala resiko. Stefanus memberitakan kebenaran dan ia dirajam batu. Abraham Lincoln memberitakan kebenaran tentang perlu dihapuskannya system perbudakan. Ia ditembak mati, tetapi di kemudian hari perbudakan benar-benar dihapuskan. Martin Luther King Jr. menyuarakan kebenaran tentang kesetaraan ras dan ia pun dibunuh. Namun kini Obama yang berkulit hitam bisa menjadi presiden Amerika Serikat. Di Tanah Air, Munir yang menyuarakan kebenaran juga terbunuh, tetapi Negara kita menjadi semakin demokratis.</p>
<p>Kita harus menegur rekan kita jika hidup dalam dosa. Kita harus terus menyuarakannya. Selalu akan ada upaya dari pelbagai pihak untuk membungkam kebenaran, tetapi jika kita kemudian diam seribu bahasa, maka banyak orang tidak akan tiba pada kebenaran itu.</p>
<p><strong>4. </strong><strong>Penutup</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Mari kita terus hidup sebagai angkatan orang benar. Kebenaran telah menjadi barang langka. Tetapi jika kita ma uterus hidup di dalamnya dan memberitakannya, maka Roh Kudus akan memberikan keberanian dan kekuatan sampai kita tiba di rumah Bapa …</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211; 00000 &#8212;&#8211;</p>
<p>petrus f. setiadarma</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/petrusfs.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/petrusfs.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/petrusfs.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/petrusfs.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/petrusfs.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/petrusfs.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/petrusfs.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/petrusfs.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/petrusfs.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/petrusfs.wordpress.com/176/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petrusfs.wordpress.com&blog=1851339&post=176&subd=petrusfs&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://petrusfs.wordpress.com/2009/11/11/hidup-dalam-kebenaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d1fb341effcdaeb59836656af358af13?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">petrusfs</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:KlmPG6qwt165rM:http://bp3.blogger.com/_nvjvKkd-RB4/R7IFdmJ5MsI/AAAAAAAABxI/M5N0QENWHn8/s400/truth.gif" medium="image">
			<media:title type="html">kebenaran</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DOA</title>
		<link>http://petrusfs.wordpress.com/2009/09/28/doa/</link>
		<comments>http://petrusfs.wordpress.com/2009/09/28/doa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 02:40:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>petrusfs</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Rohani]]></category>
		<category><![CDATA[artikel rohani]]></category>
		<category><![CDATA[christmas devotion]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[doa yang efektif]]></category>
		<category><![CDATA[effective prayers]]></category>
		<category><![CDATA[prayer]]></category>
		<category><![CDATA[prayers]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://petrusfs.wordpress.com/?p=168</guid>
		<description><![CDATA[
1.	Pendahuluan
 Banyak ungkapan tentang doa yang menggugah kita untuk hidup dalam doa. Ungkapan-ungkapan itu antara lain:
•	Let us pray, not for lighter buderns, but for stronger backs (Berdoalah bukan agar beban menjadi lebih ringan, melainkan agar punggung menjadi lebih kuat).
•	A Christian must get on his kness before he can get on his feet (Seorang Kristen harus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petrusfs.wordpress.com&blog=1851339&post=168&subd=petrusfs&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="aligncenter" title="doa" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:vhc4eJOo3a_JaM:http://media.rd.com/rd/images/rdc/books/759-secrets-for-beating-diabetes/the-power-of-prayer-af.jpg" alt="" width="130" height="100" /></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>1.	Pendahuluan</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"> Banyak ungkapan tentang doa yang menggugah kita untuk hidup dalam doa. Ungkapan-ungkapan itu antara lain:</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">•	Let us pray, not for lighter buderns, but for stronger backs (Berdoalah bukan agar beban menjadi lebih ringan, melainkan agar punggung menjadi lebih kuat).<br />
•	A Christian must get on his kness before he can get on his feet (Seorang Kristen harus berdoa dulu sebelum melangkah).<br />
•	P-U-S-H (Pray Until Something Happen) (Berdoalah terus sampai sesuatu terjadi).<br />
•	Life is fragile – handle it with prayer (Hidup ini rentan, jalani dengan doa).</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"> Salah satu ungkapan lain tentang doa yang sangat baik adalah bahwa “doa adalah nafas orang percaya”. Itu berarti doa bukan sekedar kegiatan agamawi tetapi merupakan gaya hidup (life style) setiap orang percaya. Kali ini kita akan melihat kembali apa yang Alkitab katakan tentang hakekat doa, agar tidak terbiasa oleh banyak definisi lain yang dibuat manusia bagi kepentingannya sendiri.<span id="more-168"></span></span></p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">2.	Definisi Doa</span></strong></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Ada yang mendefinisikan doa sebagai “permohonan yang diajukan oleh manusia kepada yang ilahi (Tuhan)”. Benarkah doa hanya berupa &#8216;permohonan&#8217; saja? Inilah penjelasan dari Alkitab tentang doa:</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">(a)	2 Tawarikh 7:14 – doa adalah suatu penyembahan penuh kerendahan hati di mana kita mencari Allah dengan segenap hati kita.<br />
(b)	1 Samuel 14:36-45; 2 Samuel 5:17-19 – doa adalah permohonan kepada Allah agar Ia memimpin dan membimbing perjalanan hidup kita.<br />
(c)	Markus 1:35 – doa adalah suatu hubungan intim dengan Bapa Sorgawi kita yang mengasihi kita dan menjadi sumber pertolongan kita.<br />
(d)	Matius 6:5-13 – Doa Bapa Kami merupakan teladan doa tertinggi bagi kita di mana Yesus mengajarkan bahwa doa adalah suatu hubungan intim dengan Bapa yang mengandung ketergantungan penuh akan kebutuhan sehari-hari, komitmen ketaatan dan pengampunan dosa. </span></p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">3.	Unsur-unsur Doa</span></strong></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Dari definisi Alkitabiah tentang doa di atas, kita melihat adanya 4 (empat) unsur doa yang harus ada, yang disingkat ACTS (Neh. 1:4-11):</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Adoration atau Pengagungan – ini adalah bagian doa di mana kita memuji dan 				menyembah Tuhan melalui puji-pujian dan ucapan-ucapan kita yang meninggikan 		nama-Nya (Maz. 9:1-3).<br />
Confession atau Pengakuan – ini adalah bagian doa di mana kita mengaku dosa dan 			kesalahan yang telah kita perbuat, baik &#8216;disengaja&#8217; maupun &#8216;tidak disengaja&#8217;, baik 		yang ada dalam pikiran, perasaan, perkataan, maupun perbuatan kita (Maz. 38:   		15-18; 1 Yoh. 1:9). Di sini juga ada pengakuan untuk berkomitmen dalam 			pertobatan dan kesetiaan kepada Tuhan.<br />
Thanksgiving atau Pengucapan Syukur – di sini kita bersyukur kepada Tuhan atas segala 		sesuatu yang telah Tuhan berbuat dalam hidup kita, juga atas pelbagai pengalaman 		hidup ini, baik &#8217;suka&#8217; maupun &#8216;duka&#8217; karena kita tahu bahwa Allah turut bekerja 			dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita yang mengasihi-Nya 		(1 Tes. 5:17; Roma 8:28).<br />
Supplication atau Permohonan – di sini barulah permohonan atas segala kebutuhan kita 		bisa dipanjatkan dengan penuh iman kepada Allah, di mana Ia akan memenuhi 			segala keperluan kita menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus 		(Flp 4:19). Permohonan itu bisa berupa permohonan berkat jasmani, kesembuhan 		dan kesehatan, damai sejahtera, kekuatan, hikmat dan pengertian, bimbingan dan 		pimpinan Tuhan (1 Sam. 14:36-45; 2 Sam. 5:17-19).</span></p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">4.	Contoh-contoh Doa dalam Alkitab</span></strong></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Di dalam Alkitab terdapat banyak contoh tentang doa yang diperkenan Tuhan, antara lain: </span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">(a)	Doa Yabez (1 Taw. 4:9-10) – di mana TUHAN mengabulkan doa Yabez yang memohon agar ia diberkati melimpah-limpah, daerahnya diperluas, disertai Tuhan dan dilindungi dari malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpanya.<br />
(b)	Doa Nehemia (Neh. 1:4-11) – di mana TUHAN mengabulkan doanya sehingga ia mampu membangun kembali tembok Yerusalem dan mendatangkan kesejahteraan atas bangsanya.<br />
(c)	Doa Yesus (Mat. 26:36-44) – di mana Ia berserah dalam ketaatan penuh kepada Bapa-Nya, sehingga Ia memperoleh kekuatan untuk menanggung penderitaan akibat dosa seluruh umay manusia hingga sampai di kayu salib.<br />
(d)	Doa Paulus (Efs. 1:15-23) – di mana ia memohon agar jemaat memiliki pengertian tentang kemuliaan Kristus.</span></p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">5.	Doa Yang Efektif</span></strong></p>
<p><span style="color:#0000ff;"> Doa yang efektif adalah doa yang dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut:</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">(a)	Doa yang sesuai dengan kehendak Allah di dalam firman-Nya. Itu berarti pembacaan firman Tuhan (Alkitab) menjadi dasar dari doa-doa yang dipanjatkan kepada Tuhan.<br />
(b)	Doa yang dinaikkan oleh orang yang mau hidup sesuai dengan kehendak Tuhan, yaitu dalam kasih, kebenaran, kekudusan, dan kesetiaan.<br />
(c)	Doa yang dinaikkan dengan penuh iman dan kesungguhan hati, dengan tetap berserah kepada kedaulatan-Nya dalam menjawab doa kita.<br />
(d)	Doa yang dinaikkan dengan pertolongan Roh Kudus, yaitu doa yang penuh kuasa (Roma 8:26).</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">&#8212;&#8211; 00000 &#8212;&#8211;</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">oleh: petrus f. setiadarma</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/petrusfs.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/petrusfs.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/petrusfs.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/petrusfs.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/petrusfs.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/petrusfs.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/petrusfs.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/petrusfs.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/petrusfs.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/petrusfs.wordpress.com/168/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petrusfs.wordpress.com&blog=1851339&post=168&subd=petrusfs&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://petrusfs.wordpress.com/2009/09/28/doa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d1fb341effcdaeb59836656af358af13?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">petrusfs</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:vhc4eJOo3a_JaM:http://media.rd.com/rd/images/rdc/books/759-secrets-for-beating-diabetes/the-power-of-prayer-af.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">doa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>020. FOKUS</title>
		<link>http://petrusfs.wordpress.com/2009/09/24/020-fokus/</link>
		<comments>http://petrusfs.wordpress.com/2009/09/24/020-fokus/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Sep 2009 07:19:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>petrusfs</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Singkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://petrusfs.wordpress.com/?p=151</guid>
		<description><![CDATA[
Kita patut bersyukur kepada Tuhan adanya penemuan-penemuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, sebab pelbagai penemuan itu menjadikan hidup ini lebih mudah. Kemajuan di bidang telekomunikasi membuat percakapan kita dengan anggota keluarga atau kenalan di pelbagai tempat lebih mudah. Kemajuan di bidang informasi membuat kita memperoleh data atau dokumen penting bagi kepentingan penelitian atau sekedar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petrusfs.wordpress.com&blog=1851339&post=151&subd=petrusfs&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="aligncenter" title="fokus" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:RzLI9U5TFBjUjM:https://www.expresscertifications.com/ISC2/Images/Features/Focus.jpg" alt="" width="120" height="150" /></p>
<p>Kita patut bersyukur kepada Tuhan adanya penemuan-penemuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, sebab pelbagai penemuan itu menjadikan hidup ini lebih mudah. Kemajuan di bidang telekomunikasi membuat percakapan kita dengan anggota keluarga atau kenalan di pelbagai tempat lebih mudah. Kemajuan di bidang informasi membuat kita memperoleh data atau dokumen penting bagi kepentingan penelitian atau sekedar sebagai tambahan asupan pengetahuan kita, yaitu melalui teknologi internet. Para penemu itu telah begitu berjasa bagi seluruh umat manusia. Bagaimana prosesnya sehingga mereka mampu menjadi penemu? Salah satunya adalah proses memfokuskan diri pada suatu hal yang sedang diteliti.<span id="more-151"></span></p>
<p>Sebenarnya – menurut pengakuan para penemu itu – mereka menghadapi banyak godaan yang bisa membuat mereka beralih ke bidang lain, atau menghentikan penelitian itu sama sekali. Ketiadaan dana, kesendirian, ketiadaan dukungan moral, dan sebagainya, bisa membuat mereka patah semangat. Tetapi karena kemudian mereka bisa memfokuskan diri kepada apa yang sedang mereka teliti, maka akhirnya segala jerih lelah mereka menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Fokus, itu kuncinya.</p>
<p>Fokus akan mampu menyatukan pelbagai aspek kehidupan kita. Waktu, daya, dana, dan doa difokuskan pada satu hal, hingga tujuan itu tercapai. Tak ada yang terbuang sia-sia. Semuanya memberikan kontribusi yang luar biasa.  Memang saat kita fokus, kita bisa disalahmengerti oleh orang lain. Kita bisa dianggap eksklusif atau penyendiri dan dianggap sebagai orang aneh. Harga yang semacam itu harus bisa kita bayar jika kita memang menghendaki hasil yang maksimal. DI ujung jalan mereka akan mengerti mengapa kita rela mengorbankan segalanya bagi sesuatu yang menjadi fokus kita.</p>
<p>Jika kita fokus pada keluarga, kita akan hati-hati dalam membelanjakan uang kita. Setiap rupiah tidak akan terbuang dengan sia-sia. Ada anak isteri yang harus dihidupi, ada keluarga yang harus dipelihara. Pekerjaan yang kita lakukan pun akan kita kerjakan dengan segenap hati kita, demi keluarga. Waktu-waktu senggang pun akan kita manfaatkan untuk membangun komunikasi yang lebih bermakna dengan keluarga. Fokus pada keluarga akan membuat kita merasa antusias setiap waktu. Hidup tidak akan pernah membosankan. Selalu akan ada hal yang baru dan mendorong kita semakin kreatif dalam membina keluarga kita. Fokuslah mulai sekarang &#8230; kapan lagi?</p>
<p align="center">&#8212;&#8211; 00000 &#8212;&#8211;</p>
<p>oleh: petrus f. setiadarma</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/petrusfs.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/petrusfs.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/petrusfs.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/petrusfs.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/petrusfs.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/petrusfs.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/petrusfs.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/petrusfs.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/petrusfs.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/petrusfs.wordpress.com/151/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petrusfs.wordpress.com&blog=1851339&post=151&subd=petrusfs&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://petrusfs.wordpress.com/2009/09/24/020-fokus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d1fb341effcdaeb59836656af358af13?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">petrusfs</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:RzLI9U5TFBjUjM:https://www.expresscertifications.com/ISC2/Images/Features/Focus.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">fokus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>019. SUKARELA</title>
		<link>http://petrusfs.wordpress.com/2009/09/24/019-sukarela/</link>
		<comments>http://petrusfs.wordpress.com/2009/09/24/019-sukarela/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Sep 2009 07:10:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>petrusfs</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Singkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://petrusfs.wordpress.com/?p=148</guid>
		<description><![CDATA[
Ada beberapa perbedaan antara orang yang tinggal di kota dan yang tinggal di desa. Salah satunya adalah kesediaan melakukan sesuatu dengan sukarela. Orang-orang di kota sangat jarang mau melakukan sesuatu dengan sukarela, sementara di desa terdapat lebih banyak orang yang mau sukarela menolong orang lain. Inilah beberapa pengalaman yang mungkin juga Anda pernah alami &#8230;
Ketika [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petrusfs.wordpress.com&blog=1851339&post=148&subd=petrusfs&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="aligncenter" title="sukarela" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn%3AreRzTlaU63liRM%3Ahttp%3A%2F%2Fsibagoes.files.wordpress.com%2F2009%2F03%2Fgiving-my-heart.jpg&#038;w=134&#038;h=98" alt="" width="134" height="98" /></p>
<p>Ada beberapa perbedaan antara orang yang tinggal di kota dan yang tinggal di desa. Salah satunya adalah kesediaan melakukan sesuatu dengan sukarela. Orang-orang di kota sangat jarang mau melakukan sesuatu dengan sukarela, sementara di desa terdapat lebih banyak orang yang mau sukarela menolong orang lain. Inilah beberapa pengalaman yang mungkin juga Anda pernah alami &#8230;<span id="more-148"></span></p>
<p>Ketika kita mencari alamat seseorang di desa, selalu ada orang yang bersedia menunjukkan alamat yang tepat, bahkan ikut serta dalam kendaraan yang kita gunakan hingga kita tiba di alamat yang dituju. Ketika kita mengalami pecah ban, langsung ada orang yang menghampiri kita untuk menolong sesuai kemampuan mereka. Padahal kita dan mereka tidak saling kenal. Apakah setelah itu ia <em>meminta </em>tips? Tidak! Bahkan ketika kita memberikan tips, tidak jarang mereka menolaknya.</p>
<p>Tetapi mereka yang di kota seringkali terpengaruh dengan budaya materialisme, semuanya dihitung dengan uang. Seseorang mau mengerjakan sesuatu asal ada upahnya. Ketika kita minta tolong menunjukkan alamat seseorang, kita tidak segera ditolong. Mata mereka memandang kita dulu: kenal atau tidak, berasal dari etnis yang sama taau tidak. Kalau pun mereka mau menolong, biasanya asal menolong saja, tidak dengan ketulusan atau kerelaan hati. Saat menolong mendororg mobil mogok atau melewati banjir, mereka minta upah. Tidaklah heran jika di mana ada &#8216;penolong-penolong&#8217;, termasuk di pertigaan atau perempatan jalan. Sepertinya menolong melancarkan lalu lintas, tetapi di balik itu &#8230; meminta upah. Jika upah tidak diberikan, mereka pun bermuka cemberut dan marah.</p>
<p>Sikap sukarela untuk menolong orang lain akan muncul jika kita sadar bahwa kita pun membutuhkan pertolongan orang lain, termasuk musuh kita. Musuh kita adalah penolong kita dalam membentuk karakter kita. DI samping itu tak ada orang yang mampu melakukan segala sesuatu dari dirinya sendiri. Sebagai manusia kita terbatas dan membutuhkan sesama kita. Jika kita ingin orang lain menolong kita secara sukarela, mari kita menolong orang lain secara sukarela juga. Bahkan sekali pun orang yang kita tolong kemudian melupakan kita. Sukarela menolong orang lain mencakup sukarela untuk terlupakan.</p>
<p>Mari kita bangun kembali semangat sukarela ini. Dalam menolong sesama – kenal atau tidak – kita lakukan dengan sukarela, semampu yang kita bisa.</p>
<p align="center">&#8212;&#8211; 00000 &#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:left;">oleh: petrus f. setiadarma</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/petrusfs.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/petrusfs.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/petrusfs.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/petrusfs.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/petrusfs.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/petrusfs.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/petrusfs.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/petrusfs.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/petrusfs.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/petrusfs.wordpress.com/148/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petrusfs.wordpress.com&blog=1851339&post=148&subd=petrusfs&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://petrusfs.wordpress.com/2009/09/24/019-sukarela/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d1fb341effcdaeb59836656af358af13?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">petrusfs</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:reRzTlaU63liRM:http://sibagoes.files.wordpress.com/2009/03/giving-my-heart.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sukarela</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>018. PENGULANGAN</title>
		<link>http://petrusfs.wordpress.com/2009/09/24/018-pengulangan/</link>
		<comments>http://petrusfs.wordpress.com/2009/09/24/018-pengulangan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Sep 2009 07:07:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>petrusfs</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Singkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://petrusfs.wordpress.com/?p=146</guid>
		<description><![CDATA[
Pada umumnya orang tidak suka dengan kata &#8216;pengulangan&#8217;. Medngapa? Sebab ada anggapan bahwa pengulangan dilakukan hanya ketika terjadi kegagalan. Seorang anak harus mengulang duduk di kelas II SD, ketika prestasi belajarnya dinilai buruk dan konsekuensinya ia tidak naik kelas. Pengulangan dalam ujian saat kita mengambil SIM mobil dilakukan ketika polisi yang menguji menyatakan kita tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petrusfs.wordpress.com&blog=1851339&post=146&subd=petrusfs&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="aligncenter" title="pengulangan" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:4YSoYLL4zmw0cM:http://www.oubliette.org.uk/Images/Figure39.gif" alt="" width="122" height="122" /></p>
<p>Pada umumnya orang tidak suka dengan kata &#8216;pengulangan&#8217;. Medngapa? Sebab ada anggapan bahwa pengulangan dilakukan hanya ketika terjadi kegagalan. Seorang anak harus mengulang duduk di kelas II SD, ketika prestasi belajarnya dinilai buruk dan konsekuensinya ia tidak naik kelas. Pengulangan dalam ujian saat kita mengambil SIM mobil dilakukan ketika polisi yang menguji menyatakan kita tidak lulus dalam ujian tersebut. Benarkah &#8216;pengulangan&#8217; identik dengan &#8216;kegagalan&#8217;? Tujuan pengulangan salah satunya memang guna mengatasi kegagalan, tetapi sebenarnya tidak selalu demikian.<span id="more-146"></span></p>
<p>Kita memukulkan palu berulang-ulang pada paku bukan karena pukulan kita gagal, melainkan karena itu diperlukan agar paku tertancap dalam-dalam. Pemasangan tiang pancang atau &#8216;paku bumi&#8217; dilakukan dengan cara berulang-ulang agar tiang pancang bisa melesak ke dalam bumi, dan nantinya akan mampu menjadi dasar atau fondasi bangunan sekian lainat di atasnya. Di sini pengulangan dilakukan agar tujuan dapat tercapai secara lebih mendalam.</p>
<p>Orang tua tidak boleh jemu untuk berulang-ulang memberikan nasihat kepada putra-putrinya. Nasihat yang diberikan berulang-ulang akan menancap secara mendalam dalam benak dan hati mereka. Untuk itu orang tua harus menyediakan waktu khusus bagi mereka. Mereka tidak bisa bertumbuh secafa fisik dengan benar jika kita hanya menyuapinya dengan sekali saja untuk 10 tahun, bukan? Demikian halnya dengan pertumbuhan mental, moral, dan iman mereka. Sampaikan berulang-ulang agar kita tidak menyesal di masa depan.</p>
<p>Suami dan isteri perlu saling mengungkapkan cinta di antara mereka secara berulang-ulang, agar mereka berdua terus mengingatnya, sehingga tidak mudah tergoda oleh wanita atau pria lain. Ketika hal ini tidak dilakukan, akan menjadi sama seperti tanaman yang tidak disiram berulang-ulang, yang kemudian menjadi layu dan akhirnya mati. Cinta merupakan &#8216;tanaman&#8217; yang membutuhkan air yang terus disiramkan berulang-ulang, supaya tetap segar dan berkembang.</p>
<p>Umat Tuhan perlu terus-menerus dan berulang-ulang mendengar, membaca, dan melakukan kebenaran firman Tuhan supaya kita mengerti perintah-perintah-Nya dan larangan-larangan-Nya. Hati kita pun menjadi semakin melekat dengan Tuhan Sang Pencipta karena firman-Nya tertancap mendalam di hati kita. Ini akan mencegah kita berbuat jahat atau menyakiti orang lain.</p>
<p>Jadi, lakukan pengulangan di mana perlu, agar kita tidak menjadi lupa diri &#8230;</p>
<p align="center">&#8212;&#8211; 00000 &#8212;&#8211;</p>
<p>oleh: petrus f. setiadarma</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/petrusfs.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/petrusfs.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/petrusfs.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/petrusfs.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/petrusfs.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/petrusfs.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/petrusfs.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/petrusfs.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/petrusfs.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/petrusfs.wordpress.com/146/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petrusfs.wordpress.com&blog=1851339&post=146&subd=petrusfs&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://petrusfs.wordpress.com/2009/09/24/018-pengulangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d1fb341effcdaeb59836656af358af13?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">petrusfs</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:4YSoYLL4zmw0cM:http://www.oubliette.org.uk/Images/Figure39.gif" medium="image">
			<media:title type="html">pengulangan</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>