<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>MORELORD</title>
	<atom:link href="http://petrusfs.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://petrusfs.wordpress.com</link>
	<description>Berakar Ke Bawah, Berbuah Ke Atas</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 Dec 2009 04:07:21 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='petrusfs.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/3f56598e9b01075f74d2e0ab9cf1ced4?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>MORELORD</title>
		<link>http://petrusfs.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://petrusfs.wordpress.com/osd.xml" title="MORELORD" />
		<item>
		<title>030. BALAS DENDAM</title>
		<link>http://petrusfs.wordpress.com/2009/12/14/030-balas-dendam/</link>
		<comments>http://petrusfs.wordpress.com/2009/12/14/030-balas-dendam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 04:07:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>petrusfs</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Singkat]]></category>
		<category><![CDATA[artikel rohani]]></category>
		<category><![CDATA[Devotion]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://petrusfs.wordpress.com/?p=221</guid>
		<description><![CDATA[

Benarlah ungkapan yang mengatakan bahwa diri kita ditentukan oleh apa yang kita lihat (“You are what you see”). Ungkapan tersebut mengajak kita untuk mewaspadai kekuatan media dalam mempengaruhi kehidupan kita. Perhatikan misalnya ketika orang terdorong ingin membeli sesuatu yang diiklankan sedemikian rupa di radio atau televisi. Iklan itu telah menciptakan citra (image) yang tinggi bagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petrusfs.wordpress.com&blog=1851339&post=221&subd=petrusfs&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><img class="aligncenter" title="balas dendam" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:UTqHenDWz79oKM:http://img.blogcu.com/uploads/metallicafanatic_st_anger.jpg" alt="" width="116" height="116" /><br />
</strong></p>
<p>Benarlah ungkapan yang mengatakan bahwa diri kita ditentukan oleh apa yang kita lihat <em>(“You are what you see”). </em>Ungkapan tersebut mengajak kita untuk mewaspadai kekuatan media dalam mempengaruhi kehidupan kita. Perhatikan misalnya ketika orang terdorong ingin membeli sesuatu yang diiklankan sedemikian rupa di radio atau televisi. Iklan itu telah menciptakan citra (image) yang tinggi bagi produk yang diluncurkan, sehingga ketika orang membelinya, harga dirinya ikut meningkat. Orang yang memiliki Blackberry nampaknya lebih terhormat dari yang tidak memilikinya.<span id="more-221"></span></p>
<p>Kekuatan media melalui sinetron atau film yang ditayangkan juga tidak bisa diabaikan begitu saja. Khususnya tema pembalasan dendam <em>(revenge) </em>sangat disukai oleh masyarakat banyak. Kalau seseorang disakiti maka ia harus membalas dengan menyakiti juga, bahkan lebih parah lagi. Konsep balas dendam dengan prinsip “mata ganti mata, gigi ganti gigi” telah merasuk di tengah-tengah masyarakat kita. Sekalipun kita telah hidup di zaman modern, tetapi praktek balas dendam seperti yang masih terdapat di suku-suku terabaikan juga masih dilakukan. Berita tentang pelajar yang tawuran terus terdengar, berita tentang warga dua kampung yang bentrok juga masih sering disiarkan. Seharusnya tidak demikian.</p>
<p>Kebencian dan balas dendam tidak pernah menyelesaikan masalah, tetapi malah memperkeruh masalah. Sebaliknya, kasih dan pengampunan akan memulihkan hubungan yang retak dan rusak. Ketika kita disakiti, mari kita memberkati. Ketika kita diejek, mari kita tetap berbesar hati.   DI zaman lampau hidup seorang raja. Daud namanya. Semasa muda ia telah dibenci tanpa sebab oleh raja pendahulu yang bernama Saul. Ia dibenci hanya karena Raja Saul iri hati kepadanya. Hidup Daud terus menerus seperti telur di ujung tanduk, tetapi Tuhan melindunginya. Tiba saatnya Daud dipilih menjadi raja menggantikan Raja Saul. Daud tidak membalas dendam terhadap keturunan Raja Saul. Bahkan ia berbuat baik kepada salah satu cucu Saul yang bernama Mefiboset. Ini adalah tindakan mulia, yang disukai oleh Tuhan.</p>
<p>Kisah lainnya adalah tentang seorang istri yang dikhianati oelh suaminya. Suami yang dipercayainya selama ini ternyata menjalin hubungan asmara dengan wanita lain, bahkan menghasilkan seorang anak. Apa yang harus diperbuat sang istri? Ada beberapa kemungkinan. Ia bisa minta diceraikan, atau ia juga berselingkuh dalam rangka balas dendam. Tetapi kedua hal itu tidak dilakukannya. Ketika suaminya kembali kepadanya dengan membawa anak hasil perselingkuhannya, ia pun menerimanya dengan penuh kebesaran hati. Suaminya bertobat, dan sekarang mereka hidup penuh bahagia. Inilah tindakan yang disukai Tuhan. Bagaimana dengan Anda &#8230;?</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211; 00000 &#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:left;">petrus f. setiadarma</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/petrusfs.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/petrusfs.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/petrusfs.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/petrusfs.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/petrusfs.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/petrusfs.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/petrusfs.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/petrusfs.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/petrusfs.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/petrusfs.wordpress.com/221/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petrusfs.wordpress.com&blog=1851339&post=221&subd=petrusfs&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://petrusfs.wordpress.com/2009/12/14/030-balas-dendam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d1fb341effcdaeb59836656af358af13?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">petrusfs</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:UTqHenDWz79oKM:http://img.blogcu.com/uploads/metallicafanatic_st_anger.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">balas dendam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>029. KEMENANGAN</title>
		<link>http://petrusfs.wordpress.com/2009/12/14/029-kemenangan/</link>
		<comments>http://petrusfs.wordpress.com/2009/12/14/029-kemenangan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 04:02:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>petrusfs</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Singkat]]></category>
		<category><![CDATA[artikel rohani]]></category>
		<category><![CDATA[Devotion]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://petrusfs.wordpress.com/?p=219</guid>
		<description><![CDATA[

Sungguh menarik jika kita memperhatikan bagaimana para atlit memperoleh kemenangan dalam perlombaan atau pertandingan yang diikutinya. Tentunya ada banyak cara dan proses yang harus dijalani untuk dapat tiba di puncak kemenangan. Cara yang dapat dibenarkan adalah bahwa kemenangan itu diperoleh melalui kerja keras, latihan dengan penuh disiplin, dan  berlomba atau bertanding dengan sportivitas tinggi. Tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petrusfs.wordpress.com&blog=1851339&post=219&subd=petrusfs&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><img class="aligncenter" title="kemenangan" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ueKzYF5naic_wM:http://www.vanwertvictorychurch.com/images/victory.jpg" alt="" width="130" height="94" /><br />
</strong></p>
<p>Sungguh menarik jika kita memperhatikan bagaimana para atlit memperoleh kemenangan dalam perlombaan atau pertandingan yang diikutinya. Tentunya ada banyak cara dan proses yang harus dijalani untuk dapat tiba di puncak kemenangan. Cara yang dapat dibenarkan adalah bahwa kemenangan itu diperoleh melalui kerja keras, latihan dengan penuh disiplin, dan  berlomba atau bertanding dengan sportivitas tinggi. Tidak ada mahkota tanpa salib, tidak ada kemenangan tanpa kerja keras.<span id="more-219"></span></p>
<p>Tetapi dalam kenyataannya seringkali tidak demikian. Perhatikan contoh-contoh berikut ini. Ada yang memperoleh kemenangan tetapi kemudian <em>di-</em>drop karena di kemudian hari atlit yang bersangkutan melakukan <em>dopping, </em>yaitu mengonsumsi obat sebelum berlomba atau bertanding guna meningkatkan kekuatan fisik. Yang lain lain mengalami kemenangan karena menyuap pihak lawan. Pertandingan sepak bol atetap dilakukan walaupun musuh telah disuap. Pertandingan itu penuh kepura-puraan dan kemudian muncullah istilah “sepakbola gajah”. Kasus-kasus penyuapan semakin marak. Tidak terkecuali grup sepakbola ternama seperti Juventus pun terjerat dalam kasus suap-menyuap ini.</p>
<p>Yang lain lagi, kemenangan diperoleh secara “kebetulan” atau “keberuntungan.” Pelanggaran yang dilakukan tidak terkena hukuman, melainkan malah menghasilkan kemenangan. Dalam dunia sepak bola misalnya, dikenal istilah “tangan Tuhan” <em>(God&#8217;s hand) </em>untuk menyatakan “keberuntungan” dari seorang pemain sepakbola yang berhasil memasukkan bol ake gawang lawan karena menggunakan tangannya, bukan kakinya, dan ia lolos dari pengawasan wasit. Seharusnya gol semacam itu dianulir atau dibatalkan, karena merupakan hasil dari sebuah pelanggaran, tetapi ternyata mereka lolos. Pemain sepakbola seperti Maradona dan Henry Thierry pernah mengalami hal itu. Kemenangan yang memalukan, bukan?</p>
<p>Apa gunanya kemenangan yang diperoleh dengan cara demikian? Apa gunanya memperoleh nilai yang baik di sekolah jika itu hasil contekan? Apa gunanya duduk di kursi empuk sebagai pejabat jika itu merupakan hasil dari memalsu ijazah, menyuap atau <em>money politic, </em>dan bukan karena kemampuan dan hasil pemilihan yang jujur dan adil? Apa gunanya bisa mempersunting seorang gadis jika itu hasil dari memfitnah teman prianya? Apa gunanya memperoleh harta kekayaan yang banyak jika itu hasil dari memalsu atau membajak hak cipta orang lain?</p>
<p>Mari kita raih kemenangan dan pelbagai prestasi dalam hidup ini dengan cara yang benar dan elegan. Kemenangan yang diperoleh karena penyertaan Tuhan, dan melalui kerja keras yang diperkenan oleh Tuhan.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211; 00000 &#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:left;">petrus f. setiadarma</p>
<p style="text-align:left;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/petrusfs.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/petrusfs.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/petrusfs.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/petrusfs.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/petrusfs.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/petrusfs.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/petrusfs.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/petrusfs.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/petrusfs.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/petrusfs.wordpress.com/219/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petrusfs.wordpress.com&blog=1851339&post=219&subd=petrusfs&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://petrusfs.wordpress.com/2009/12/14/029-kemenangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d1fb341effcdaeb59836656af358af13?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">petrusfs</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ueKzYF5naic_wM:http://www.vanwertvictorychurch.com/images/victory.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kemenangan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>028. KETAKUTAN</title>
		<link>http://petrusfs.wordpress.com/2009/12/14/028-ketakutan/</link>
		<comments>http://petrusfs.wordpress.com/2009/12/14/028-ketakutan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 03:57:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>petrusfs</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Singkat]]></category>
		<category><![CDATA[artikel rohani]]></category>
		<category><![CDATA[Devotion]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://petrusfs.wordpress.com/?p=217</guid>
		<description><![CDATA[
Kita semua tentu pernah mengalami ketakutan. Kita pernah takut berada di tempat yang gelap, takut ditinggalkan sendirian, takut berada di ketinggian, takut akan serangga, takut mati, dan sebagainya. Kini kata Yunani phobia yang berarti “ketakutan” telah digunakan dalam banyak istilah di seluruh aspek kehidupan yang menunjukkan bahwa manusia selalu diliputi oleh ketakutan. Bahkan pengalaman penuh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petrusfs.wordpress.com&blog=1851339&post=217&subd=petrusfs&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="aligncenter" title="ketakutan" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:HJJhjn5tpxelZM:http://communities.canada.com/vancouversun/cfs-file.ashx/__key/CommunityServer.Components.PostAttachments/00.00.49.72.25/Feargirl.jpg" alt="" width="102" height="143" /></p>
<p>Kita semua tentu pernah mengalami ketakutan. Kita pernah takut berada di tempat yang gelap, takut ditinggalkan sendirian, takut berada di ketinggian, takut akan serangga, takut mati, dan sebagainya. Kini kata Yunani <em>phobia</em> yang berarti “ketakutan” telah digunakan dalam banyak istilah di seluruh aspek kehidupan yang menunjukkan bahwa manusia selalu diliputi oleh ketakutan. Bahkan pengalaman penuh ketakutan yang telah berlangsung jauh di masa lalu masih bisa melekat hingga sekarang, membuat trauma.<span id="more-217"></span></p>
<p>Seharusnya kita tidak boleh takut. Mengapa? <em>Pertama, </em>sebab orang yang takut bersikap skeptis dan penuh curiga. Ketika ada orang yang baru kita kenal bertamu di rumah kita, kita mencurigainya jangan-jangan ia akan mengganggu kita dan mengambil sebagian harta kita. Seorang yang sedang menggunakan perhiasan yang mahal di tengah keramaian, akan mencurigai setiap orang sebagai perampas perhiasannya. Orang yang takut penuh dengan kecurigaan. Ia tidak bisa hidup dalam damai sejahtera dengan orang lain. Dan itu merupakan suatu kerugian besar. Ketika ada orang-orang lain yang ingin menolongnya biasanya ditolaknya mentah-mentah, dan ia mengerjakan segala sesuatunya sendiri. Tidak ada pembantu di rumah tangganya, tidak ada karywan di tokonya, tidak ada teman dan sahabat di dalam hidupnya.</p>
<p><em>Kedua, </em>orang yang takut tidak bisa mengalami kemajuan. Orang semacam ini takut gagal. Daripada nantinya gagal, lebih baik tidak melakukan apapun! Ia tidak akan pernah tahu dunia luar. Orang yang takut bepergian tidak akan pernah mengerti bahwa ada tempat lain yang lebih indah dibandingkan tempatnya yang sekarang. Itu karena ia takut bepergian. Takut naik pesawat, takut naik kereta api, takut naik bus, takut mengendarai mobil sendiri, karena &#8230; katanya ada kemungkinan terjadi kecelakaan. Ia lupa, bahwa tinggal di rumah pun bisa mengalami kecelakaan. Ia menjadi orang yang tertinggal dibandingkan rekan-rekannya yang lain.</p>
<p><em>Ketiga, </em>orang yang takut mencegah kemajuan orang lain. Ia akan menceritakan kemungkinan-kemungkinan negatif yang bisa terjadi, bahkan hal-hal fatal yang bisa dialami sehingga orang lain pun menjadi takut melangkah. Analisanya tentang suatu hal menjadi tidak seimbang. Ia akan selalu bersikap pesimis dan membuat orang lain pun pesimis. Ia akan selalu berkata, “itu bisa dilakukan &#8230; tapi sulit!” daripada berkata sebagai orang yang optimis, “Itu sulit dilakukan &#8230; tapi bisa!”</p>
<p><em>Bagaimana </em>cara mengatasi ketakutan? <em>Pertama, </em>dengan hidup berserah kepada Tuhan, Sang Pemilik hidup kita. Bukankah seutas rambut pun tidak akan jatuh ke tanah jika Ia tidak menghendakinya? <em>Kedua, </em>kita meningkatkan pengetahuan. Misalnya ketika kita naik pesawat kita harus tahu bagaimana menyelamatkan diri saat darurat. <em>Ketiga, </em>kita meningkatkan pengamanan diri dan memohon perlindungan Tuhan. Kalau kita takut pencuri masuk ke rumah kita, kita memeriksa pintu dan jendela rumah sebelum tidur atau bepergian. Kalau kita takut akan kuasa kegelapan, kita meminta perlindungan Tuhan melalui doa kita. <em>Keempat, </em>menyadari bahwa ketakutan sangat merugikan diri kita dan orang lain. Dengan demikian kita dapat mengalami kemajuan demi kemajuan, ke arah hidup yang lebih baik dan lebih berguna.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211; 00000 &#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:left;">petrus f. setiadarma</p>
<p><strong> </strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/petrusfs.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/petrusfs.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/petrusfs.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/petrusfs.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/petrusfs.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/petrusfs.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/petrusfs.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/petrusfs.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/petrusfs.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/petrusfs.wordpress.com/217/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petrusfs.wordpress.com&blog=1851339&post=217&subd=petrusfs&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://petrusfs.wordpress.com/2009/12/14/028-ketakutan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d1fb341effcdaeb59836656af358af13?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">petrusfs</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:HJJhjn5tpxelZM:http://communities.canada.com/vancouversun/cfs-file.ashx/__key/CommunityServer.Components.PostAttachments/00.00.49.72.25/Feargirl.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ketakutan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>027. TERSEMBUNYI</title>
		<link>http://petrusfs.wordpress.com/2009/12/10/027-tersembunyi/</link>
		<comments>http://petrusfs.wordpress.com/2009/12/10/027-tersembunyi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 02:03:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>petrusfs</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Singkat]]></category>
		<category><![CDATA[Devotion]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://petrusfs.wordpress.com/?p=214</guid>
		<description><![CDATA[

Salah satu permainan kegemaran saya di masa kecil adalah permainan petak umpet. Bentuk permainan petak umpet beragam, bisa perseorangan atau kelompok. Jika ada dua kelompok sedang bermain petak umpet, biasanya diawali dengan melemparkan undian: kelompok mana yang bersemunyi (hid), dan kelompok mana yang mencari (seek). Ternyata ada kesulitan tersendiri mencari teman-teman yang bersembunyi. Mereka bisa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petrusfs.wordpress.com&blog=1851339&post=214&subd=petrusfs&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><img class="aligncenter" title="bersembunyi" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:D7CR3ptrxQrBDM:http://susty.com/image/eve-sexy-naked-nude-blonde-golden-hair-covers-breasts-hides-nipples-meeting-hot-male-adam-buff-muscular-back-cut-bushes-green-leaves-garden-of-eden-banned-tv-commercial-european-dutch-waterfall-tropic.jpg" alt="" width="127" height="71" /><br />
</strong></p>
<p>Salah satu permainan kegemaran saya di masa kecil adalah permainan petak umpet. Bentuk permainan petak umpet beragam, bisa perseorangan atau kelompok. Jika ada dua kelompok sedang bermain petak umpet, biasanya diawali dengan melemparkan undian: kelompok mana yang bersemunyi <em>(hid), </em>dan kelompok mana yang mencari <em>(seek). </em>Ternyata ada kesulitan tersendiri mencari teman-teman yang bersembunyi. Mereka bisa bersembunyi di balik pintu, tetapi juga di dalam lemari pakaian. Ada yang bersembunyi di balik pepohonan, tetapi juga di atas dahan pohon. Yang lebih sulit adalah ketika ia bersembunyi di dapur dan dilindungi oleh orang lain (ibunya atau pembantunya) yang berkata bahwa teman yang dicari tidak ada di sana. Teman yang bersembunyi dengan gaya ini lolos karena tertutupi kebohongan orang lain yang menjadi <em>backing-</em>nya.<span id="more-214"></span></p>
<p>Kini sebagai orang dewasa, ternyata kita masih sering kali main petak umpet juga. Kita menyembunyikan hal-hal yang tidak halal, atau yang ilegal. Ada orang yang menyembunyikan wanita simpanannya, dan istrinya tidak mau kalah: menyembunyikan juga laki-laki simpanannya. Yang lain lagi bersembunyi dari peralatan yang sudah semakin canggih. Pembicaraan rahasia kini mudah disadap. Pembicaraan yang dilakukan di tempat tersembunyi kini dipublikasikan secara luas. Yang lebih seru adalah orang yang bersembunyi di balik orang lain yang memiliki kuasa, sehingga kemudian ia menjadi orang yang tak tersentuh <em>(untouchable). </em>Ia lupa bahwa orang yang memiliki kekuasaan itu tidak kekal sifatnya, hanya sementara.</p>
<p><em> </em>Benarkah kita bisa terus menyembunyikan diri kita? Kata kerja &#8217;sembunyi&#8217; pertama kali muncul di Taman Eden, di mana manusia pertama, Adam dan Hawa, menyembunyikan dirinya dari hadapan Tuhan sesudah mereka berdosa. Lucunya &#8230; mereka bersembunyi di balik semak-semak, persis seperti dua orang anak kecil yang sedang bermain petak umpet. Mereka berusaha menyembunyikan diri dari Tuhan yang Mahatahu, dari Tuhan yang Mahahadir, dan juga dari Tuhan yang Mahapengampun. Saat itu mereka belum mengenal Allah dengan benar, sama seperti orang kebanyakan pada masa kini.</p>
<p>Orang bisa bersembunyi dari sesama manusia, dari peralatan pelacak yang canggih, tetapi tidak akan mungkin tersembunyi dari mata Tuhan yang terus menjelajah muka bumi. Ke manakah dapat kita lari dari hadapan-Nya? Jauh lebih baik jika kita keluar dai persembunyian kita, dari kemunafikan kita, dari kepura-puraan kita, dan lari kepada-Nya, memohon kasih dan pengampunan-Nya dan berjanji untuk tidak lagi menentang perintah-Nya. Tuhan sanggup memulihkan kita. Dari pada kita terus bersembunyi hingga lelah dan frustrasi, lebih baik kita membuka diri kepada-Nya dan mengalami pemulihan atau restorasi &#8230;</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211; 00000 &#8212;&#8211;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/petrusfs.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/petrusfs.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/petrusfs.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/petrusfs.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/petrusfs.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/petrusfs.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/petrusfs.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/petrusfs.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/petrusfs.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/petrusfs.wordpress.com/214/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petrusfs.wordpress.com&blog=1851339&post=214&subd=petrusfs&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://petrusfs.wordpress.com/2009/12/10/027-tersembunyi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d1fb341effcdaeb59836656af358af13?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">petrusfs</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:D7CR3ptrxQrBDM:http://susty.com/image/eve-sexy-naked-nude-blonde-golden-hair-covers-breasts-hides-nipples-meeting-hot-male-adam-buff-muscular-back-cut-bushes-green-leaves-garden-of-eden-banned-tv-commercial-european-dutch-waterfall-tropic.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bersembunyi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>026. SETIA</title>
		<link>http://petrusfs.wordpress.com/2009/12/10/026-setia/</link>
		<comments>http://petrusfs.wordpress.com/2009/12/10/026-setia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 01:53:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>petrusfs</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Singkat]]></category>
		<category><![CDATA[artikel rohani]]></category>
		<category><![CDATA[Devotion]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://petrusfs.wordpress.com/?p=210</guid>
		<description><![CDATA[

 Seorang arif bijaksana di masa lampau yang bernama Solaiman, berkata bahwa “sifat yang diinginkan pada seseorang ialah kesetiaannya”. Pada masa itu ternyata sudah banyak orang yang tidak setia, sehingga kesetiaan menjadi suatu barang langka. Demikian pula halnya dengan kondisi pada masa kini. Orang bekerja hanya seumur jagung. Ketika segalanya berjalan lancar ia tetap di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petrusfs.wordpress.com&blog=1851339&post=210&subd=petrusfs&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><img class="aligncenter" title="kesetiaan" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:1cGQ9mMpVtFxzM:http://www.lwlc-flemington.org/photos/Ded_cross_rainbow_final.JPG" alt="" width="113" height="150" /><br />
</strong></p>
<p><strong> </strong>Seorang arif bijaksana di masa lampau yang bernama Solaiman, berkata bahwa “sifat yang diinginkan pada seseorang ialah kesetiaannya”. Pada masa itu ternyata sudah banyak orang yang tidak setia, sehingga kesetiaan menjadi suatu barang langka. Demikian pula halnya dengan kondisi pada masa kini. Orang bekerja hanya seumur jagung. Ketika segalanya berjalan lancar ia tetap di sana, tetapi ketika perusahaan mulai goyah, ia pun hengkang dan mencari tempat baru yang dipandang lebih menjanjikan.<span id="more-210"></span></p>
<p>Kesetiaan dalam keluarga juga sudah semakin langka. Ketika penghasilan suami mencukupi kebutuhan keluarga, sang istri setia. Tetapi ketika suami mulai di-PHK, istri pun minta dipulangkan ke rumah orang tua. Suami juga demikian. Ketika istri masih langsing dan kulitnya kencang, sang suami  setia dan menyayanginya. Tetapi  ketika istri menjadi bertambah gemuk atau kulitnya mulai mengeriput, ia pun siap-siap mencari wanita lain.</p>
<p>Apakah arti kesetiaan itu. Kesetiaan diartikan dengan “tetap di tempat dalam segala kondisi”. Ini menuntut suatu tekad atau komitmen. Di tengah jalan bisa ada godaan dan rayuan untuk meninggalkan tempat, tetapi itu harus dilawan. Bagaimana seseorang bisa menunjukkan kesetiaannya?</p>
<p><em> <span style="font-size:x-small;"><span style="color:#000000;">Pertama</span></span>, </em>karena kesetiaan berkaitan dengan relasi atau hubungan, maka kesetiaan dapat ditunjukkan dengan peningkatan intensitas komunikasi<em>. </em>Kalau sebelumnya hanya berkata, “I love you” setahun sekali, sekarang menjadi sebulan sekali, lalu meningkat menjadi sehari sekali, dan terus di ditingkatkan lagi menjadi beberapa kali dalam sehari. Atau, bisa ditunjukkan dengan kedekatan posisi dengan siapa kita harus setia. Jika di masa lalu sehari hanya 30 menit bersamanya, maka kini ditingkatkan menjadi 2 jam bersamanya.</p>
<p><em>Kedua, </em>selain itu kesetiaan juga berkaitan dengan aksi atau tindakan. Berarti kesetiaan bisa ditunjukkan dengan peningkatan kualitas pelayanan kita kepadanya. Kalau dulu melayani asal-asalan saja maka kini dengan segenap hati. Kalau dulu kurang ahli, sekarang bertambah mahir. Istri bertambah mahir memasak, mendidik anak, mengasihi dan melayani suami, dan sebagainya. Suami pun bertambah mahir bekerja mencari nafkah, mendatangkan keceriaan atas keluarga, dan sebagainya.</p>
<p><em>Ketiga, </em>karena kesetiaan juga berkaitan dengan adanya godaan, maka kesetiaan dapat ditunjukkan dengan keberanian dan ketegasan melawan setiap godaan. Tidak memberi kesempatan sedikit pun kepada hal-hal yang bisa mengganggu kesetiaan kita. Ketika seekor unta diberi sedikit kesempatan memasukkan sebagian anggota tubuhnya, maka pada akhirnya ia pasti akan menggunakan kemah itu sepenuhnya dan menendang pemilik kemah keluar!</p>
<p>Jadi &#8230; tetaplah setia!</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211; 00000 &#8212;&#8211;</p>
<p>petrus f. setiadarma</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/petrusfs.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/petrusfs.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/petrusfs.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/petrusfs.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/petrusfs.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/petrusfs.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/petrusfs.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/petrusfs.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/petrusfs.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/petrusfs.wordpress.com/210/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petrusfs.wordpress.com&blog=1851339&post=210&subd=petrusfs&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://petrusfs.wordpress.com/2009/12/10/026-setia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d1fb341effcdaeb59836656af358af13?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">petrusfs</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:1cGQ9mMpVtFxzM:http://www.lwlc-flemington.org/photos/Ded_cross_rainbow_final.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">kesetiaan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HIDUP SEORANG PENYEMBAH</title>
		<link>http://petrusfs.wordpress.com/2009/12/10/hidup-seorang-penyembah/</link>
		<comments>http://petrusfs.wordpress.com/2009/12/10/hidup-seorang-penyembah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 01:40:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>petrusfs</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel rohani]]></category>
		<category><![CDATA[penyembah]]></category>
		<category><![CDATA[worship]]></category>
		<category><![CDATA[worshiper]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://petrusfs.wordpress.com/?p=204</guid>
		<description><![CDATA[
1. Pendahuluan
Di Warta Jemaat tanggal 6 Desember 2009 yang lalu kita telah belajar tentang ciri penyembahan Orang Majus, di mana mereka rela berkorban, suka menggali kebenaran, hidup dalam ketaatan, dan mempersembahkan pemberian yang menyukakan hati Tuhan. 
 Rick Warren dalam bukunya yang terkenal The Purpose Driven Life menyatakan bahwa ada 5 (lima) tujuan yang telah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petrusfs.wordpress.com&blog=1851339&post=204&subd=petrusfs&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><span style="color:#3366ff;"><img src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:yMrQ4LJOmiUxQM:http://www.oregonsynod.org/growingfaith/worship/worship01_large.jpg" alt="" width="135" height="90" /></span></p>
<p><span style="color:#3366ff;"><span style="font-size:x-small;"><strong>1. Pendahuluan</strong></span></span></p>
<p><span style="color:#3366ff;"><span style="font-size:x-small;">Di Warta Jemaat tanggal 6 Desember 2009 yang lalu kita telah belajar tentang ciri penyembahan Orang Majus, di mana mereka rela berkorban, suka menggali kebenaran, hidup dalam ketaatan, dan mempersembahkan pemberian yang menyukakan hati Tuhan.</span> </span></p>
<p><span style="color:#3366ff;"> <span style="font-size:x-small;">Rick Warren dalam bukunya yang terkenal <em>The Purpose Driven Life </em>menyatakan bahwa ada 5 (lima) tujuan yang telah Allah tetapkan dalam kehidupan manusia yang diciptakan menurut gambar dan rupa-Nya. Tujuan yang pertama adalah agar manusia menyenangkan hati-Nya dengan hidup sebagai penyembah. Sedangkan keempat tujuan lainnya yang tidak kalah pentingnya adalah: untuk menjadi keluarga Allah, untuk menjadi serupa dengan Kristus, untuk melayani Allah, dan untuk menjalankan misi Allah.												Penyembahan merupakan prioritas utama dalam kehidupan setiap orang percaya. Penyembahan harus menjadi gaya hidup orang percaya, dan bukan sekedar aktivitas pelayanan gerejawi belaka. Bagaimana seharusnya kehidupan seorang penyembah telah dipaparkan oleh Alkitab yang intinya terletak pada kata disiplin. Seorang penyembah yang benar harus seorang yang memiliki disiplin. Dalam hal apa saja ia harus disiplin akan bersama-sama kita renungkan melalui artikel ini.<span id="more-204"></span> </span></span></p>
<p><span style="color:#3366ff;"><span style="font-size:x-small;"><strong>2. Alkitab dan Kedisiplinan</strong></span></span></p>
<p><span style="color:#3366ff;"><strong> </strong>Kata disiplin (Ing. d<em>iscipline</em>) memiliki akar kata yang sama dengan murid (Ing. d<em>isciple</em>), yang artinya adalah “kesediaan untuk diajar atau dilatih sehingga menghasilkan keteraturan, ketaatan, dan pengendalian-diri”. Dari definisi ini maka kedisiplinan: </span></p>
<ol>
<li><span style="color:#3366ff;"><span style="font-size:x-small;">bukan 	sesuatu yang bersifat instan melainkan melalui proses pembelajaran, 	khususnya sebagai manusia baru di dalam Yesus Kristus (Kol. 3:10); </span></span></li>
<li><span style="color:#3366ff;"><span style="font-size:x-small;">kedisiplinan 	bukan sesuatu yang terus-menerus dipaksakan dari luar, melainkan 	kesadaran diri dari dalam, yaitu sebagai wujud mengasihi Tuhan (Mat. 	22:37);</span></span></li>
<li><span style="color:#3366ff;"><span style="font-size:x-small;">kedisiplinan 	perlu latihan yang terus dilakukan secara bertahap (Mat. 25:21);</span></span></li>
<li><span style="color:#3366ff;"><span style="font-size:x-small;">kedisiplinan 	menghasilkan sesuatu yang sangat berguna baik bagi orang itu 	sendiri, dan juga bagi orang-orang yang ada di sekitarnya, yaitu 	ketertiban dan keteraturan (1 Kor. 14:33,40);</span></span></li>
<li><span style="color:#3366ff;"><span style="font-size:x-small;">kedisiplinan 	merupakan wujud dari kehidupan yang dipimpin oleh Roh Kudus karena 	berkaitan dengan salah satu sifat buah roh (Gal. 5:22-23).</span></span></li>
</ol>
<p><span style="color:#3366ff;"><span style="font-size:x-small;"> Alkitab memberikan banyak contoh kehidupan orang yang berdisiplin, seperti: Musa, Yosua, Daud, Nehemia, Paulus, dan Yesus Kristus sendiri.</span></span></p>
<p><span style="color:#3366ff;"> </span></p>
<p><span style="color:#3366ff;"><span style="font-size:x-small;"><strong>3. Bidang-bidang Kedisiplinan Sebagai Penyembah</strong></span></span></p>
<p><span style="color:#3366ff;"><strong> </strong>Salah seorang penyembah yang berkenan kepada Allah adalah Nabi Yesaya. Melalui kehidupan nabi ini, bertitik tolak dariYesaya 6:1-13 dan beberapa bagian lain kitab Yesaya kita akan belajar tentang kedisiplinan di pelbagai bidang.</span></p>
<ol>
<li><span style="color:#3366ff;"><strong>Disiplin 	waktu</strong> – Yesaya tahu kapan waktu untuk menyembah TUHAN (Yes. 	6:1). Ia menyisihkan waktu untuk menyembah TUHAN. Ia tahu bahwa ia 	tidak boleh menyia-nyiakan kasih karunia TUHAN (Yesaya 49:8; 55:6). 	Seorang penyembah akan mengatur waktu sebaik-baiknya antara waktu 	untuk Tuhan, untuk keluarga, dan untuk pekerjaan.</span></li>
<li><span style="color:#3366ff;"><strong>Disiplin 	dalam pertumbuhan rohani </strong>– Sebagai seorang penyembah, Yesaya 	adalah seorang yang mengenal siapa Allah dan siapa dirinya (Yes. 	6:2-7). Allah begitu agung dan mulia, sedangkan manusia seperti 	rumput adanya (Yes. 40:1-31). Pengenalan ini akan menghasilkan sikap 	yang benar terhadap Allah, dan diri kita sendiri. Apa saja 	sarananya?</span></li>
</ol>
<p><span style="color:#3366ff;"> </span></p>
<ul>
<li><span style="color:#3366ff;">Melalui 	doa kita dapat mengenal Allah dan diri kita lebih baik. Doa bukan 	sekedar merupakan permohonan akan hal-hal yang bersifat materi, 	tetapi terlebih kepada hal-hal rohani. Doa bukan 	berpusat kepada diri sendiri, melainkan kepada Allah dan memiliki 	hati bagi bangsa-bangsa. Setiap orang percaya adalah rumah doa bagi 	segala bangsa (Yes. 56:7).</span></li>
<li>
<p lang="it-IT"><span style="color:#3366ff;"><span style="font-size:x-small;">Melalui 	Alkitab dan buku-buku rohani kita dapat lebih mengenal Allah dan 	diri kita sendiri. </span></span></p>
</li>
<li>
<p lang="it-IT"><span style="color:#3366ff;"><span style="font-size:x-small;">Melalui 	sikap yang tegas terhadap dosa dan selalu rindu hidup dalam 	kekudusan, karena kita menyembah Allah yang Mahakudus dan yang 	menghendaki agar kita hidup dalam kekudusan (Yes. 56:6-7; bdk. 1 	Pet. 1:15-16) </span></span></p>
</li>
</ul>
<p lang="it-IT"><span style="color:#3366ff;"> </span></p>
<ol>
<li><span style="color:#3366ff;"><strong>Disiplin 	dalam mencari jiwa yang tersesat</strong> – Yesaya bersedia menjadi 	utusan TUHAN karena ia tahu apa yang paling dirindukan TUHAN, yaitu 	keselamatan jiwa-jiwa (Yes. 6:8; 55:1). Hidup seorang penyembah 	adalah hidup yang misioner. Dimulai dengan mendoakan mereka, 	memberikan kesaksian kepada mereka, memberitakan Injil kepada 	mereka, dan hidup sebagai orang Kristen sejati sehingga menjadi 	teladan bagi mereka.</span></li>
<li><span style="color:#3366ff;"><strong>Disiplin 	dalam pelayanan</strong> – Yesaya melayani TUHAN sesuai dengan 	panggilannya sebagai seorang nabi yang harus memberitakan hanya apa 	yang TUHAN mau, dan bukan apa yang ia mau (Yes. 6:9-10). Ia 	juga harus selalu bersedia untuk belajar sebagai seorang murid (Yes. 	49:4-5). Kedisiplinan dalam pelayanan ditunjukkan dengan 	kedisiplinan mengikuti jam-jam latihan, jam-jam persekutuan bersama, 	ketaatan terhadap pemimpin dalam pelayanan, dan ketaatan kepada 	firman TUHAN. Ia juga disiplin dalan kesetiaan 	beribadah di tempat di mana TUHAN menempatkannya, dan bukan pergi 	kesana kemari sesuai dengan seleranya.</span></li>
<li><span style="color:#3366ff;"><strong>Disiplin 	dalam berkorban</strong> – Yesaya memperoleh tugas yang berat dengan 	batas waktu yang tidak jelas dan dengan resiko besar. Ia bisa 	kehilangan nyawa dalam pelayanannya karena ucapan-ucapannya yang 	tegas dan penuh teguran kasih (Yes. 6:11-13). Seorang penyembah 	adalah seorang yang rela berkorban, sama seperti Kristus yang telah 	rela mengorbankan diri-Nya bagi kita (Yes. 53).</span></li>
<li><span style="color:#3366ff;"><strong>Disiplin 	dalam pengendalian diri</strong> – Semula Yesaya main tunjuk kesalahan 	orang lain (Yes. 1:4; 5:8,11, 18, 20, 21, 22), tetapi sesudah 	diproses oleh Tuhan sendiri, sekarang ia lebih bisa mengendalikan 	diri. Pengendalian diri dalam kehidupan seorang penyembah termasuk 	dalam mengendalikan keuangan agar tidak konsumtif (Yes. 55:6); 	pengendalian diri dalam menahan emosi (Yes. 48:9).</span></li>
</ol>
<p><span style="color:#3366ff;"> </span></p>
<p><span style="color:#3366ff;"><span style="font-size:x-small;"><strong>4. Penutup</strong></span></span></p>
<p><span style="color:#3366ff;"> </span></p>
<p><span style="color:#3366ff;"><strong> </strong>Penyembahan kepada Tuhan tidak hanya ketika kita hidup di muka bumi ini saja, tetapi sampai kepada kekekalan. Kitab Wahyu menceritakan tentang segala makhluk yang sujud menyembah Tuhan. Mari kita terus memiliki kehidupan sebagai penyembah, yang menyembah Allah dalam roh dan kebenaran, dari kemuliaan kepada kemuliaan, dengan berdisiplin lebih dari waktu-waktu sebelumnya</span></p>
<p lang="it-IT"><span style="color:#3366ff;"><span style="font-size:x-small;">&#8212;&#8211; 00000 &#8212;&#8211;</span></span></p>
<p lang="it-IT"><span style="color:#3366ff;"> petrus f. setiadarma<br />
</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/petrusfs.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/petrusfs.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/petrusfs.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/petrusfs.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/petrusfs.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/petrusfs.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/petrusfs.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/petrusfs.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/petrusfs.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/petrusfs.wordpress.com/204/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petrusfs.wordpress.com&blog=1851339&post=204&subd=petrusfs&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://petrusfs.wordpress.com/2009/12/10/hidup-seorang-penyembah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d1fb341effcdaeb59836656af358af13?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">petrusfs</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:yMrQ4LJOmiUxQM:http://www.oregonsynod.org/growingfaith/worship/worship01_large.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>MELAYANI DALAM PANDANGAN ALLAH</title>
		<link>http://petrusfs.wordpress.com/2009/11/24/melayani-dalam-pandangan-allah/</link>
		<comments>http://petrusfs.wordpress.com/2009/11/24/melayani-dalam-pandangan-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 13:06:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>petrusfs</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Rohani]]></category>
		<category><![CDATA[artikel rohani]]></category>
		<category><![CDATA[Devotion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://petrusfs.wordpress.com/?p=197</guid>
		<description><![CDATA[
 
1. Pendahuluan
 
 Kita dipanggil untuk melayani! Pernyataan ini sama sekali tidak bisa ditawar. Pelayanan merupakan suatu keharusan sekaligus gaya hidup. Namun dewasa ini makna pelayanan telah keluar dari apa yang Allah sendiri maksudkan. Hal ini terbukti dengan timbulnya banyak masalah internal dalam pelayanan yang menjurus kepada pertikaian bahkan perpecahan. Banyak hal yang menjadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petrusfs.wordpress.com&blog=1851339&post=197&subd=petrusfs&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:16pt;" lang="IN"> <img class="aligncenter" title="ministry" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:e5EidXZCqOqGTM:http://rlv.zcache.com/through_gods_eyes_poster-p228522278996915747tdcp_400.jpg" alt="" width="124" height="124" /></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN">1.<span style="font-family:&amp;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Pendahuluan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;"><strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.25in;"><strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Kita dipanggil untuk melayani! Pernyataan ini sama sekali tidak bisa ditawar. Pelayanan merupakan suatu keharusan sekaligus gaya hidup. Namun dewasa ini makna pelayanan telah keluar dari apa yang Allah sendiri maksudkan. Hal ini terbukti dengan timbulnya banyak masalah internal dalam pelayanan yang menjurus kepada pertikaian bahkan perpecahan. Banyak hal yang menjadi penyebabnya yang pada intinya adalah tidak dimilikinya pandangan yang benar tentang pelayanan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.25in;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> Dalam renungan kali ini kita akan mengembalikan konsep pelayanan ke dalam pandangan Allah sendiri.<span id="more-197"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.25in;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN">2.<span style="font-family:&amp;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Melayani dalam Pandangan Manusia</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Dalam pandangan manusia, pelayanan mempunyai banyak ragam pengertian, baik menyangkut alasan, fungsi, maupun tujuannya. Misalnya, ada orang yang mau melayani orang lain dalam pemahaman pantheisme. Motto mereka adalah “semua manusia bersaudara”. Motto ini berdasar kepada kepercayaan bahwa Allah sebagai Zat Tertinggi telah terpercik ke dalam alam semesta, termasuk dalam diri manusia. Jadi di dalam diri setiap manusia ada percikan zat ilahi di mana sekali waktu kelak seluruh percikan zat itu akan menyatu. Oleh sebab itu setiap orang harus melayani sesama karena sama-sama memiliki percikan zat ilahi.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> Ada pula yang melihat pelayanan sebagai suatu strategi untuk mencapai keuntungan. Misalnya, dalam dunia bisnis. Kini berkembang apa yang disebut dengan “manajemen pelayanan”, “kepemimpinan pelayan”, dan sebagainya. Nampaknya mereka memang memberikan pelayanan yang baik, namun di balik itu semua mengarah pada <em>profit </em>atau<em> </em>keuntungan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> Yang lain lagi melihat pelayanan sebagai keterpaksaan dalam menuntaskan kewajiban keagamaan. Akhirnya pelayanan menjadi beban yang menimbulkan rasa frustrasi bagi mereka yang melakukannya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> Masih banyak pandangan lain tentang pelayanan dari sisi manusia yang pada intinya tidak sesuai dengan firman Tuhan. Kalaupun ada kebenaran di dalamnya namun tidaklah lengkap.</span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN">3.<span style="font-family:&amp;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Melayani dalam Pandangan Allah</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Pandangan Allah tentang pelayanan dapat kita lihat dalam beberapa bagian Alkitab, namun kita hanya akan menyoroti dari Yohanes 12:20-36. Dalam bagian ini kita belajar beberapa hal penting sebagai berikut.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN">(1)<span style="font-family:&amp;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Pelayanan dalam kasih – </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;"><strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.75in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;" lang="IN">(a)<span style="font-family:&amp;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Nampak jelas bagaimana para murid menaruh kepedulian atas kebutuhan orang untuk berjumpa dengan Yesus. Filipus memberitahukan kepada Andreas, kemudian mereka berdua menyampaikannya kepada Yesus (ayat 20-22). Hanya orang yang memiliki kasih Bapa yang bisa menaruh kepedulian semacam itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.75in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;" lang="IN">(b)<span style="font-family:&amp;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Selanjutnya Yesus menyatakan bahwa pelayanan yang dilakukan dalam kasih akan penuh dengan pengorbanan, bahkan sampai kepada nyawanya sekalipun (ayat 24-25). Itu berarti bahwa adanya pengorbanan dalam pelayanan adalah suatu hal yang biasa, bahkan bisa sampai mengorbankan nyawa kita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;"><strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;" lang="IN">(2)<span style="font-family:&amp;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Pelayanan dalam ketaatan dan kesetiaan – </span></strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Yesus juga berkata bahwa orang yang melayani Dia harus mengikut Dia dan di mana Ia berada di situlah orang-orang yang melayani-Nya harus berada (ayat 26). Memang mudah melayani bersama Yesus saat kita bersama-Nya dalam pelbagai mukjizat yang dilakukan-Nya. Tetapi bagaimana ketika Ia di Taman Getsemani, ketika Ia didera dan tergantung di Kalvari? Apakah kita tetap taat dan setia kepada-Nya?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;"><strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;" lang="IN">(3)<span style="font-family:&amp;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Pelayanan dalam kehormatan dan kemuliaan – </span></strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Yesus juga berkata bahwa orang yang melayani Dia dihormati oleh Bapa (ayat 26b). Itu berarti bahwa ketika kita melayani, pembelaan Bapa ada sepenuhnya atas kita. Tak perlu minder, tetapi juga tidak arogan. Karena Bapa menghormati kita, maka tak ada yang perlu dikuatirkan lagi mengenai hal-hal yang kita butuhkan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;" lang="IN">(4)<span style="font-family:&amp;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Pelayanan dalam kepekaan – </span></strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Saat itu ada suara dari surga, yaitu pernyataan Allah Bapa yang memuliakan Yesus (ayat 28). Banyak orang mendengarnya tetapi secara tidak jelas: ada yang mendengar seperti suara guruh, ada pula seperti suara malaekat. Hanya Yohanes – murid yang paling dekat dengan Yesus –yang mampu mendengar dengan baik. Sudahkah kita menangkap visi Allah yang jelas? Kejelasan itu hanya bisa diperoleh ketika kita memiliki persekutuan yang erat dengan Dia.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;" lang="IN">(5)<span style="font-family:&amp;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Pelayanan yang berpusatkan Kristus – </span></strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Yesus berkata bahwa jika Ia ditinggikan, Ia akan menarik semua orang datang kepada-Nya (ayat 32). Bahaya yang paling besar dalam pelayanan adalah “mencuri kemuliaan Tuhan.” Seharusnya pelayanan yang kita lakukan meninggikan hanya Yesus Kristus saja, bukan diri sendiri atau organisasi gereja di mana melayani. Saat kita meninggikan Yesus, maka keberhasilan dalam pelayanan akan nampak nyata.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;"><strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN">4.<span style="font-family:&amp;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Penutup</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;"><strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.25in;"><strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></strong><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Jadi, dalam pandangan Allah, pelayanan itu harus dilakukan di dalam kasih, dilakukan oleh orang-orang yang taat dan setia kepada-Nya, memiliki kepekaan untuk mendengar suara-Nya, dan berfokus kepada Yesus Kristus.-</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">&#8212;&#8211; 00000 &#8212;&#8211;</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;"> </span><span style="font-size:11pt;"></span><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">pdt. petrus f. setiadarma</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal">
<div id="_mcePaste" style="overflow:hidden;position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">Tunde and Laide are very strong Christians and have been married for ten years without a child, even though Laide was a descent girl before her marriage. Infact, Tunde was her first love.It started as a joke to Laide for it cannot be true that she is finding it very difficult to get pregnant, after all, she married as a virgin, and she was never promiscuous. God Almighty what could be happening? Three years went on to five years, no child. She decided to visit her doctor, went through various tests, nothing was responsible for her inability to conceive. Her husband Tunde also went through his own medical test and his sperm count was very good. In Laide&#8217;s very eyes, she was seeing her friends who married after her inviting her for their children&#8217;s dedication. It was like a nightmare to her but as a strong Christian, she believed God for her day of visitation.The spirit of barrenness or sterility is a big problem today in the body of Christ. It has been discovered that a large percentage of couples in the church are finding it difficult to have children. This problem has led some strong committed Christian, comprising their stand, going to herbalist, some disguising as servants of God to look for solution and some women out of desperation, have slept with other men secretly to get pregnant and they present these children to their husbands as His when truly they know the baby belong to another man. Others too travel elsewhere for about nine months and come back with a child that is not theirs. All these are wrong in the sight of God and a very big sin.The oxford advanced learners dictionary defines barrenness as the inability to produce anything useful or successful. It is situation of women or female animal not able to produce children or young animal while sterility is a situation of human male or female not able to produce children. It is an inability to produce any useful results in life. When a woman cannot have children, she in called barren and for the man, he is sterile but both are synonymous to each other.
<p>&nbsp;</p>
<p>In my years of ministering, I have come in contact with lots of women who have been declared medically fit to have children, yet find it difficult to get pregnant, for some, they get pregnant at three, seven or nine months, some at the very point of delivery, the baby suddenly dies in the womb for no reason!All these are happening because of spiritual reasons. In other words, there are demonic factors that are hindering them from becoming mothers.<br />
In life, if you refuse to focus on the spiritual, you can never attain your God-given blessing, because, it is the spiritual that controls the physical. Any problem you handle spiritually must get divine solution.</p>
<p>There are women whose womb have been locked up in the spirit realm with demonic charms and padlock and when such is the case, she can never get pregnant. Doctors can never see charms and padlock because it is being operated in the spirit realm, ordinary eyes cannot see it no matter how qualified the doctors are. Even the modern technology a getting pregnant would not succeed for such woman. I have prayed for several women who have gone through these expensive methods of getting pregnant without positive results. These methods drain them both emotionally and finically.Barrenness and Sterility are spirits released on both men and woman. It has been found out that a large percentage of men have low-sperm count, thereby finding it difficult to impregnate their wives and the primary purpose of the devil is to depopulate Christian families because the devil has found out that most couples are getting saved and the future generations are blessed and are a terror to his kingdom.</p>
<p>He is therefore doing everything possible to stop these blessed children from coming forth.A man was diagnosed with low sperm count. He went to the best hospital here and abroad, ho got no improvement. The wife watched me on television after which they came to me. During ministration, the Holy spirit revealed that his children are all locked up in the witchcraft coven, this mean there is no way he could ever have children of their own, except by divine intervention and among all his sibling, he is the only one without children.</p>
<p>We kept praying. The wife became pregnant after fifteen year of marriage and gave birth to a baby boy. Alleluia!!There are so many cases of couples that the devil have sentenced to be motherless and fatherless all the days of their live but are today carrying their miracle babies. Some even twins!! This is the power of God and we give him ALL the glory. The truth is once the power of the devil is broken over your life; the way is opened for you to have as many children you want. Amen.</p>
<p>Barrenness is not only limited to children a love. There are other forms of barrenness. Remember I mentioned earlier that barrenness is inability to produce use results. This also can apply to your business, marriage, health, ministry etc. As a matter of fact, anything which concerns you that is not productive is barren and this is against God&#8217;s will for your life, because all humans have been mandated by God to be productive.Genesis chapter 1 verse 27  28<br />
<em>“…so God created man in His own image, in the image of God He created him male and female, he created them God blessed them God said to them, be fruitful and multiply, fill the earth and subdue it, have dominion over the fish of the sea, over the birds of the air and over every living thing that moves on the earth”.</em><br />
And in exodus chapter 23 verse 26 God said <em>“None shall suffer miscarriage or be barren in the land I will fulfill the number of your days”</em></p>
<p>God Almighty has given you the power the mandate to be fruitful in every area of your life, and the devil has no power to stop you if only you will believe and week in your authority as a child of God.<br />
There are people who any business they invest in always collapse in fact for such people, they are always starting and not finishing. Every new project leads to new problems in their lives. You know why? This is because the mark of barrenness on them and poverty has been placed on them, so even in the midst of abundance, the devil would show himself again, bringing problems after problems and would not stop until there is complete collapse of that business.But there is a way out for you, Obadiah Chapter 1 verse 17 <em>“But on Mount Zion, there shall be deliverance and there shall be holiness. The house of Jacob shall possess their possession.”</em><br />
The only solution is to give your life to Christ, rededicate your life to God and undergo deliverance prayers in a spirit filled church.</p>
<p>There is no possession without deliverance. The moment you do this, you begin to enjoy your Godly inheritance in Christ and this goes down to generations of your children because the yoke is already broken. Tunde and Laide decided to take their problems to God rather than moving from one hospital to another. God answered their request and today, they are blessed with two beautiful girls.I prophesy upon your life that change has come your way from today. Every demonic oppression that has been hindering you from being fruitful in every area of your life is broken and I decree that henceforth, you are free to be productive to be a mother, and father. I decree you are free to excel in anything you do. I decree that the spirit of dryness, rising and falling is destroyed forever from your life.</p>
<p>Whatever you do or touch from now on will blossom and you are set free to conquer your world in Jesus name. God bless you real good. Till the next edition, keep trusting God for your miracle always, for He will not fail you nor disappoint you, keep your focus and trust on Jesus Christ. It is well with you.<strong>Pastor (Mrs) Mabel Fred Akpoghene</strong><br />
Assistant Senior Pastor &amp; Co-founder<br />
The New Apostolic Revival Mission.<br />
Founder /coordinator,<br />
Women Evangelical World Ministry,<br />
206 Herbert Macaulay Way, Inside the former Casino Arena, Alagomeji,Yaba.<br />
Email: newapostolicrevival_mission@yahoo.com</p>
</div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/petrusfs.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/petrusfs.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/petrusfs.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/petrusfs.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/petrusfs.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/petrusfs.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/petrusfs.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/petrusfs.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/petrusfs.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/petrusfs.wordpress.com/197/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petrusfs.wordpress.com&blog=1851339&post=197&subd=petrusfs&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://petrusfs.wordpress.com/2009/11/24/melayani-dalam-pandangan-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d1fb341effcdaeb59836656af358af13?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">petrusfs</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:e5EidXZCqOqGTM:http://rlv.zcache.com/through_gods_eyes_poster-p228522278996915747tdcp_400.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ministry</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>025. MIMPI</title>
		<link>http://petrusfs.wordpress.com/2009/11/11/025-mimpi/</link>
		<comments>http://petrusfs.wordpress.com/2009/11/11/025-mimpi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 01:31:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>petrusfs</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Singkat]]></category>
		<category><![CDATA[artikel rohani]]></category>
		<category><![CDATA[Devotion]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://petrusfs.wordpress.com/?p=194</guid>
		<description><![CDATA[ 
 Apa kata Anda tentang mimpi? Ada yang berkata bahwa mimpi adalah &#8216;bunga tidur” jadi tak perlu terlalu dipikirkan. Tetapi saya mau katakan bahwa mimpi itu penting. Saya bukan pemimpi atau penafsir mimpi, tetapi saya mempunyai mimpi. Bahkan sebenarnya setiap orang harus mempunyai mimpi.
Berbagai hasil penemuan di dunia dilakukan oleh orang-orang yang semula memiliki [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petrusfs.wordpress.com&blog=1851339&post=194&subd=petrusfs&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><strong><img class="alignnone" title="mimpi" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:TXqNP6kLfe8VoM:http://images.paraorkut.com/img/wallpapers/1280x1024/l/liquid_dream-72.jpg" alt="" width="150" height="120" /> </strong></p>
<p><strong> </strong>Apa kata Anda tentang mimpi? Ada yang berkata bahwa mimpi adalah &#8216;bunga tidur” jadi tak perlu terlalu dipikirkan. Tetapi saya mau katakan bahwa mimpi itu penting. Saya bukan pemimpi atau penafsir mimpi, tetapi saya mempunyai mimpi. Bahkan sebenarnya setiap orang harus mempunyai mimpi.<span id="more-194"></span></p>
<p>Berbagai hasil penemuan di dunia dilakukan oleh orang-orang yang semula memiliki mimpi. <em>I have a dream, </em>judul lagu yang dinyanyikan oleh ABBA, Westlife dan anak-anak sekolah, menunjuk-kan bahwa mimpi menjadi pendorong bagi seseorang untuk mencapai sesuatu.</p>
<p>Karena mimpi itu gratis, tidak perlu bayar, maka akan lebih baik jika kita memiliki mimpi untuk hal yang besar. Mimpi yang besar akan menghasilkan semangat dan energi yang besar. Ia akan mampu mengatasi segala rintangan dan hambatan demi mimpinya itu. Hanya saja tetap harus dibedakan antara mimpi yang menjadi bencana bagi sesama atau yang bermanfaat bagi sesama. Hitler memiliki mimpi menjadi penguasa dunia, dengan cara merusakk, menghancurkan dan membunuh banyak orang. Berbeda dengan Abraham Lincoln yang bermimpi tentang kemerdekaan sejati dan menjadikan itu suatu kenyataan. Hasilnya? Tidak ada lagi perbudakan di Amerika Serikat. Marim Luther King Jr. Pun memiliki mimpi tentang kesetaraan etnis di Amerika Serikat yang kemudian mampu menghapus diskriminasi rasial. Reikonya? Keduanya dibunuh sebagai martir &#8230;</p>
<p>Bagaimana bisa memiliki mimpi yang besar? Banyak cara bisa ditempuh agar kita memiliki mimpi besar. Pertama miliki iman yang terus bertumbuh kepada Tuhan Pencipta dan Mahakuasa. Kedua, lengkapi diri dengan membaca riwayat hidup banyak orang besar. Ketiga, belajar bergaul dengan orang besar. Ini bukan bertujuan menjauhi orang kecil, melainkan mendekati orang besar untuk kemudian memiliki mimpi besar untuk menolong orang kecil. Keempat, tetap bersemangat sekalipun banyak orang yang meragukan.</p>
<p>Selanjutnya, mimpi itu akan tetap mimpi jika tidak diwujudkan dalam kenyataan. Kata “pemimpin” hanya berbeda satu huruf dengan kata “pemimpi”. Pemimpin yang tidak mampu merealisasikan mimpinya adalah pemimpi! Dalam merealisasikan mimpi dibutuhkan adanya keberanian. Juga dibutuhkan adanya kerja sama dengan orang-orang lain yang memiliki mimpi yang sama.</p>
<p>Namun demikian, mimpi juga harus disesuaikan dengan kehendak dan rencana Tuhan. Mimpi bukan lari dari kenyataan akan kemampuan diri. Mimpi bukan memaksakan kehendak kita kepada-Nya, melainkan melihat rencana-Nya dalam hidup kita. Jadikan mimpi Anda sebagai kenyataan &#8211; walaupun secara bertahap – dengan resiko apapun &#8230; oleh pertolongan Tuhan.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211; 00000 &#8212;&#8211;</p>
<p><strong> </strong></p>
<p>petrus f. setiadarma</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/petrusfs.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/petrusfs.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/petrusfs.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/petrusfs.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/petrusfs.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/petrusfs.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/petrusfs.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/petrusfs.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/petrusfs.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/petrusfs.wordpress.com/194/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petrusfs.wordpress.com&blog=1851339&post=194&subd=petrusfs&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://petrusfs.wordpress.com/2009/11/11/025-mimpi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d1fb341effcdaeb59836656af358af13?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">petrusfs</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:TXqNP6kLfe8VoM:http://images.paraorkut.com/img/wallpapers/1280x1024/l/liquid_dream-72.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mimpi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>024. LARI</title>
		<link>http://petrusfs.wordpress.com/2009/11/11/024-lari/</link>
		<comments>http://petrusfs.wordpress.com/2009/11/11/024-lari/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 01:27:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>petrusfs</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Singkat]]></category>
		<category><![CDATA[christmas devotion]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://petrusfs.wordpress.com/?p=192</guid>
		<description><![CDATA[

Setiap pagi kita melihat cukup banyak orang berolahraga. Ada yang olah tubuh, ada yang berjalan kaki, dan ada pula yang berlari. Ada yang berlari per seorangan, ada pula yang berkelompok. Ada yang berlari sambil ngobrol mengitari lapangan. Ada pula yang lari lebih cepat demi mengejar jumlah putaran yang harus dilakukan seperti diperintahkan oleh instruktur atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petrusfs.wordpress.com&blog=1851339&post=192&subd=petrusfs&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><img class="aligncenter" title="lari" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:x-c0zo165ZCawM:http://growabrain.typepad.com/photos/uncategorized/2008/09/27/jackson_running.jpg" alt="" width="91" height="150" /><br />
</strong></p>
<p>Setiap pagi kita melihat cukup banyak orang berolahraga. Ada yang olah tubuh, ada yang berjalan kaki, dan ada pula yang berlari. Ada yang berlari per seorangan, ada pula yang berkelompok. Ada yang berlari sambil ngobrol mengitari lapangan. Ada pula yang lari lebih cepat demi mengejar jumlah putaran yang harus dilakukan seperti diperintahkan oleh instruktur atau pelatih. Saya melihat sbahwa dari sekian banyak orang berlari, ebenarnya hanya ada tiga jenis lari.<span id="more-192"></span></p>
<p>Pertama, lari untuk menyehatkan tubuh. Itu baik dilakukan &#8230; secara teratur dan terukur. Olahraga membuat badan kita lebih sehat. Bukankah pepatah <em>mens sana in corpore sano </em>atau “di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat” masih berlaku?</p>
<p>Kedua, lari menghindar dari sesuatu. Mungkin anjing galak, mungkin pula manusia galak. Jika yang dimaksud menghindar di sini adalah menghindar dari sesuatu yang merugikan, yang akan merusak kehidupan kita, maka lari untuk tujuan itu memang harus dilakukan. Dalam kisah kuno dikatakan seorang bernama Yusuf yang lari menghindar rari bujuk rayu istri majikannya. Ia lari menjauhi cobaan tersebut. Ia disebut sebagai pemenang, karena berhasil menyelamatkan diri dari dosa besar.Hal semacam ini harus mampu kita lakukan. Saat ada godaan yang akan menjerumuskan kita, jangan berkompromi. Lari dan tinggalkan!</p>
<p>Namun jika lari yang dilakukan bertujuan menghindar dari sebuah tanggung jawab yang penting, yang justru membentuk karakter kita, hal itu patut disayangkan. Ada orang yang cepat pindah kerja, lari dari boss yang &#8216;galak&#8217; dan berharap memperoleh pekerjaan baru yang lebih &#8216;lunak&#8217;. Ada orang yang lari dari tanggung jawab belajar dengan terus bermain <em>game, </em>dan ketika ujian dilangsungkan menggunakan jalan pintas alias nyontek. Yang lain lagi lari dari tanggungjawab mencintai istri yang diberikan Tuhan ke dalam pelukan perempuan lain.</p>
<p>Ketiga, orang yang lari untuk mengejar sesuatu yang positif. Berlari untuk memperoleh hadiah atau upah yang telah disediakan oleh Tuhan. Ini membutuhkan ketekunan dan ketabahan. Ia tahu pentingnya waktu dan tidak akan menunda-nuna untuk melakukan hal-hal yang positif. Tidak menunda untuk memberi maaf atau ampunan. Tidak menunda-nunda untuk menolong mereka yang tertindas. Tidak menunda untuk memberikan dukungan semangat bagi mereka yang putus asa. Ia melakukan dengan segera &#8230; <em>as fast as he can. </em>Ia tidak setuju dengan budaya &#8216;alon-alon asal klakon&#8217; jika itu bermakna kelambatan. Semuanya sedang berlangsung dengan cepat. Jika kita tidak berlari semuanya akan menjadi terlambat. Berlarilah segera mencapai tujuan hidup mulia, hidup yang menjadi berkat bagi orang lain.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211; 00000 &#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:left;">petrus f. setiadarma</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/petrusfs.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/petrusfs.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/petrusfs.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/petrusfs.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/petrusfs.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/petrusfs.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/petrusfs.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/petrusfs.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/petrusfs.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/petrusfs.wordpress.com/192/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petrusfs.wordpress.com&blog=1851339&post=192&subd=petrusfs&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://petrusfs.wordpress.com/2009/11/11/024-lari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d1fb341effcdaeb59836656af358af13?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">petrusfs</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:x-c0zo165ZCawM:http://growabrain.typepad.com/photos/uncategorized/2008/09/27/jackson_running.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">lari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>023. BERLIPAT GANDA</title>
		<link>http://petrusfs.wordpress.com/2009/11/11/023-berlipat-ganda/</link>
		<comments>http://petrusfs.wordpress.com/2009/11/11/023-berlipat-ganda/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 01:16:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>petrusfs</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Singkat]]></category>
		<category><![CDATA[artikel rohani]]></category>
		<category><![CDATA[Devotion]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://petrusfs.wordpress.com/?p=189</guid>
		<description><![CDATA[

Nampaknya berjalan-jalan di perumahan elite tidak ada salahnya. Untuk apa? Ya, untuk apa?Ini sebuah pertanyaan penting: untuk apa kita berjalan-jalan dan mengunjungi perumahan elite? Untuk memacu diri agar mau bekerja lebih giat lagi. Orang-orang yang memiliki rumah-rumah bagus itu dengan harga milyaran, tentunya adalah para pekerja keras yang telah memberdayakan potensi yang Tuhan telah berikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petrusfs.wordpress.com&blog=1851339&post=189&subd=petrusfs&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><img class="aligncenter" title="berlipat ganda" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:HRvuYdilW_lxJM:http://www.graphic-design.com/Photoshop/shadows/multiplied_02.jpg" alt="" width="125" height="76" /><br />
</strong></p>
<p>Nampaknya berjalan-jalan di perumahan elite tidak ada salahnya. Untuk apa? Ya, untuk apa?Ini sebuah pertanyaan penting: untuk apa kita berjalan-jalan dan mengunjungi perumahan elite? Untuk memacu diri agar mau bekerja lebih giat lagi. Orang-orang yang memiliki rumah-rumah bagus itu dengan harga milyaran, tentunya adalah para pekerja keras yang telah memberdayakan potensi yang Tuhan telah berikan pada dirinya, sehingga ia mampu melipatgandakannya dengan baik.<span id="more-189"></span></p>
<p>Sebentar. Belum tentu rumah-rumah bagus itu diperoleh dengan cara demikian, bukan? Ya. Tentu saja tidak semua rumah mewah itu diperoleh dengan cara jujur, tetapi tidak semua rumah juga diperoleh dengan cara tidak jujur. Dengan mengatakan kalimat-kalimat yang cenderung menghakimi seperti: “pasti rumah itu hasil perbuatan yang tidak benar!” maka kita telah berdalih dari tugas kita untuk melipatgandakan apa yang Tuhan berikan kepada kita. Mengapa kita tidak berpikir yang lebih positif? Yaitu bahwa mereka memperolehnya dengan cucuran keringat mereka?</p>
<p>Kerja keras. Itulah ungkapan yang disampaikan oleh salah seorang pebisnis properti kondang Indonesia: Ir. Ciputra. Ia mampu mengubah kehidupannya dari kemiskinan yang parah menjadi orang berada. Rahasianya? Yang pertama tentu adalah bakat bisnisnya. Tetapi para ahli mengatakan bahwa faktor bakat itu hanya 10 persen. Selebihnya adalah kerja keras.</p>
<p>Dalam salah satu kunjungan ke sebuah negara saya dibuat terperangah. Seusai saya bersma teman-teman dari Indonesia bersantap siang dengan tuan rumah ada dua perbedaan mencolok. Tuan rumah langsung bekerja keras lagi, bahkan lebih bersemangat dari sebelumnya. Sementara kami &#8211; saya khususnya &#8211; langsung menguap karena mengantuk. Orang berkata, “lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya” &#8230; “Lain negara lain budayanya.” Tetapi ada budaya yang baik yang bisa kita tiru, bukan? Budaya kerja keras.</p>
<p>Saya mendapatkan informasi berharga bagaimana anak-anak sekolah di negara itu biasa belajar 10 jam sehari &#8230; dari jam 7 pagi hingga jam 5 sore. Kerja keras sudah membudaya di kalangan mereka. Sebaliknya, anak-anak didik kita sering pulang pagi. Penyebabnya? Macam-macam: guru sedang rapat lha, ada instruksi dari pusat, dan sebagainya. Tanpa disadarai, anak-anak lalu mempiliki budaya santai. Untuk apa kerja keras &#8230;? Tongkat kayu saja bisa menjadi tanaman, kok. Negeri kita kan dikeliling lautan. Eh. Kolam susu? Makanya, santai-santai sajalah.</p>
<p>Jangan marah kepada orang lain atau negara lain yang karena kerja kerasnya diberkati Tuhan, dan menjadi orang atau negara yang lebih makmur dari kita. Mulailah bekerja keras, melipatgandakan anugerah Tuhan dalam hidup kita.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211; 00000 &#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:left;">petrus f. setiadarma</p>
<p>&nbsp;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/petrusfs.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/petrusfs.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/petrusfs.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/petrusfs.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/petrusfs.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/petrusfs.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/petrusfs.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/petrusfs.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/petrusfs.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/petrusfs.wordpress.com/189/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petrusfs.wordpress.com&blog=1851339&post=189&subd=petrusfs&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://petrusfs.wordpress.com/2009/11/11/023-berlipat-ganda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d1fb341effcdaeb59836656af358af13?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">petrusfs</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:HRvuYdilW_lxJM:http://www.graphic-design.com/Photoshop/shadows/multiplied_02.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">berlipat ganda</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>